TVRINews, Banjarmasin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) guna meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, khususnya di wilayah Kalimantan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menilai koordinasi antar UPT di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan target penguatan layanan BMKG ke depan.
“Saya melihat kedua provinsi ini memiliki koordinasi yang kuat antar UPT, ini sejalan dengan target kita ke depan,”kata Faisal dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.
Faisal menjelaskan, transformasi organisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembenahan di tingkat pusat untuk menyamakan visi, kemudian dilanjutkan dengan penguatan peran balai dan UPT di daerah. Ia menekankan pentingnya dasar kebijakan yang matang, baik melalui naskah akademik maupun concept note.
“Penambahan maupun penempatan UPT tidak bisa dilakukan serta-merta, tetapi harus melalui pertimbangan yang matang. Ke depan, rasionalisasi UPT juga diperlukan agar lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan adanya transformasi besar dalam arah kebijakan BMKG. Ke depan, layanan tidak hanya berfokus pada penyampaian data cuaca, tetapi juga berbasis dampak (impact-based forecasting) yang menyasar berbagai sektor.
Menurut Andri, pendekatan ini bertujuan agar informasi yang dihasilkan BMKG dapat dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga mendukung sektor strategis seperti transportasi, pertambangan, hingga pariwisata.
“Layanan BMKG harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi, kolaborasi, dan komunikasi menjadi kunci utama,”ungkap Andri.
Ia juga mengapresiasi langkah UPT yang mulai menjalin kemitraan dengan sektor swasta, termasuk penyediaan radar cuaca oleh mitra industri. Kolaborasi tersebut dinilai strategis dalam memperkuat sistem peringatan dini.
Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agi Wandala Putra, menyoroti pentingnya layanan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pengguna jasa maritim. Ia menyebutkan, tantangan di Kalimantan cukup beragam, mulai dari aktivitas pelabuhan hingga kebutuhan masyarakat pesisir.
“Kebutuhan informasi cuaca maritim di Kalimantan sangat nyata, baik untuk sektor industri maupun masyarakat pesisir. Ini menjadi dasar penguatan layanan ke depan,”ujar Agi.
Di sisi lain, Kepala Balai Besar Wilayah III BMKG, Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa kolaborasi lintas UPT menjadi kunci dalam menjawab tantangan layanan yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk tidak terpaku pada batas wilayah kerja jika ada kebutuhan mendesak.
“Yang terpenting adalah bagaimana layanan itu hadir. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak ditangani hanya karena terbentur mandatori wilayah. Prinsipnya adalah sinergi dan solusi,”kata Cahyo.
Cahyo juga mendorong optimalisasi layanan di sektor maritim dan transportasi sungai, termasuk pengembangan prakiraan cuaca di sepanjang alur Sungai Barito yang melibatkan sejumlah UPT. Inovasi ini diharapkan dapat meniru keberhasilan layanan serupa di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Melalui penguatan sinergi dan kolaborasi ini, BMKG optimistis mampu menghadirkan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang lebih adaptif, responsif, serta memberikan dampak luas bagi masyarakat dan pembangunan di Kalimantan.
Editor: Redaktur TVRINews





