Kembali Coba Tembus Resistensi, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (27/4)

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin baru-baru ini melonjak pada perdagangan pagi hari di Senin (27/4). Hal ini menyusul optimisme dalam pasar kripto, meski ada kekhawatiran terkait dengan perang dari Iran dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini melonjak, bahkan hampir menyentuh level dari US$80.000. Level tersebut diketahui merupakan level resistensi kuat dari bitcoin.

Baca Juga: Michael Saylor: Crypto Winter Berakhir, Bitcoin Siap Masuk Fase Baru

Kenaikan ini sendiri menyusul optimisme pasar bahwa momentum bearish telah usai dalam pasar kripto. Hal ini menyusul kestabilan harga bitcoin yang dalam beberapa hari ini selalu stabil di atas level dari US$78.000.

Analis Bitcoin, James Check menilai skenario bearish sangat kecil kemungkinannya. Menurutnya jika hal itu terjadi, maka hal tersebut merupakan sebuah kenyataan yang luar biasa mengingat banyak pihak menilai bahwa bitcoin bisa jatuh ke US$40.000.

"Hanya untuk menegaskan kepada pihak bearish yang berharap bitcoin ke US$40.000. Itu mungkin saja terjadi, tetapi secara statistik sangat luar biasa," ujarnya.

Check menggunakan indikator Bitcoin Mean Reversion Index. Ia menggabungkan berbagai metrik seperti rata-rata pergerakan 200 minggu, harga realisasi (realized price), tren power law serta indikator volume.

Dalam simulasi, jika bitcoin turun ke US$40.000, maka itu akan menjadi peristiwa dengan probabilitas sangat rendah, yakni hanya sekitar 0,4 persentil dari seluruh data historis.

"Itu berada di bawah deviasi signifikan dari semua indikator utama," kata Check.

Ia menambahkan bahwa secara historis, kondisi tersebut setara dengan bitcoin diperdagangkan di bawah US$2 di 2011. Hal itu merupakan sebuah skenario yang hampir tidak pernah terjadi dalam skala saat ini.

Saat ini, harga bitcoin berada di sekitar persentil 31,5 berdasarkan indeks tersebut. Angka ini menunjukkan kondisi yang relatif lemah, namun masih dalam rentang koreksi normal dalam siklus pasar.

Check, meski demikian, menegaskan bahwa pasar keuangan selalu memiliki kemungkinan ekstrem, meski sangat kecil.

"Tidak ada probabilitas nol di pasar, tetapi ini akan menjadi hasil yang hampir belum pernah terjadi," katanya.

Dari Timur Tengah, Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya masuk membuka pintu negosiasi terhadap Iran. Hal ini menyusul belum adanya kejelasan jalur diplomasi untuk mengakhiri perang keduanya di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa mereka dapat langsung menghubunginya jika ingin merundingkan akhir konflik antara Washington dan Teheran.

"Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki jalur yang aman," kata Trump.

Sebelumnya, Amerika Serikat tak mengirimkan utusannya menuju negosiasi terbaru untuk menghentikan perangnya dengan Iran. Hal ini membuat ketidakpastian terkait perang semakin kuat di Timur Tengah.

Trump membatalkan rencana kunjungan dua utusannya karena perjalanan dianggap terlalu mahal dan rumit, serta tak melihat keuntungan baru dalam tawaran dari Iran.

Baca Juga: Sebut Kripto Bakal Jadi Sistem Keuangan Masa Depan, Alchemy: Bukan Dijalankan Manusia, Tapi AI

"Kami membatalkan kunjungan karena terlalu banyak perjalanan dan biaya, serta tawaran mereka tidak cukup baik," kata Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Orang Bilang Ekonomi 8% Terlalu Tinggi, 3 Tahun Lagi Akan Kelihatan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Simulasi Penyelamatan Digelar, Kesiapsiagaan Bencana Ditingkatkan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Dari Duka Jadi Panggilan Berangkat Haji, Latifa Gantikan Ayah di Usia 15 Tahun
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Menu Makanan Khusus Jemaah Haji Lansia yang Tinggi Protein dan Mudah Dicerna
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPAI Soroti 4 Akar Masalah Terkait Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.