Pengamat: Penarikan Pasukan Perdamaian Bisa Jadi Konsekuensi Strategis bagi Indonesia

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai penarikan pasukan TNI dari misi perdamaian dunia dapat menjadi konsekuensi strategis bagi Indonesia.

Hal ini menyusul peristiwa Praka Rico Pramudia, prajurit keempat TNI yang gugur di Lebanon usai menjalani perawatan selama hampir satu bulan akibat luka berat terkena serangan artileri pada 29 Maret 2026.

“Lalu muncul pertanyaan yang tak terhindarkan: apakah Indonesia perlu menarik pasukan dari Lebanon?” tegas Ginting saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/4/2026).

“Jawaban atas pertanyaan ini tidak sederhana. Penarikan pasukan memang dapat mengurangi risiko korban dalam jangka pendek. Namun langkah tersebut juga membawa konsekuensi strategis,” jelas dia lagi.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, Pimpinan MPR Desak Sanksi Berat untuk Israel

Apalagi, Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor utama pasukan perdamaian dunia.

Kehadiran tersebut dianggap bukan hanya simbol komitmen terhadap perdamaian global, tetapi juga instrumen diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

Sebaliknya, menurut dia, bertahan tanpa perubahan justru berpotensi menempatkan prajurit dalam risiko yang tidak proporsional.

“Oleh karena itu, pilihan paling rasional bukanlah menarik diri sepenuhnya, melainkan melakukan penyesuaian strategis. Indonesia dapat tetap berkontribusi, tetapi dengan redefinisi (definisi ulang) peran,” tegas dia.

Baca juga: Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Keamanan Misi Perdamaian Disorot

Indonesia dapat tetap berkontribusi dengan mendefinisikan ulang peran, antara lain melalui penguatan perlindungan pasukan, penyesuaian mandat operasional, serta kemungkinan reposisi sebagian peran ke fungsi non-tempur seperti logistik, medis, dan rekonstruksi.

“Ini memungkinkan Indonesia menjaga komitmen globalnya tanpa mengabaikan keselamatan prajurit,” tegas dia.

Ia menegaskan, yang dipertaruhkan bukan hanya keberlanjutan misi, tetapi juga keadilan bagi prajurit di garis depan.

“Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh dibiarkan menjadi ‘penonton bersenjata ringan’ di tengah konflik bersenjata berat,” jelas dia.

Jika risiko meningkat, lanjut dia, maka mandat, perlindungan, dan dukungan juga harus ditingkatkan.

Baca juga: Kemhan Benarkan Prajurit TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan Usai Tegur Ibu Marahi Anak di Depok

Diberitakan sebelumnya, Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis XXIII-S Kontingen Garuda (Satgas Yonmek XXIII-S Konga) pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, gugur, Jumat (24/4/2026).

Rico meninggal dunia pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.

Almarhum sebelumnya mengalami luka berat setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan terkena serangan artileri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dengan gugurnya Rico, total prajurit TNI yang meninggal dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi empat orang.

Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesan Guru Wildan untuk Gus Salam Minta Agar NU Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Konsumsi untuk jamaah haji Indonesia
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Basket 3x3 putra Indonesia ditaklukkan Mongolia dan Sri Lanka
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Utusan Rusia Sebut Ancaman AS Tak Mempan bagi Iran
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.