Urgensi Keamanan Pangan bagi Keberlanjutan Nasional

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Pemerintah Perketat Pengawasan Regulasi Guna Mitigasi Risiko Keracunan dan Kerugian Ekonomi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa penguatan regulasi keamanan pangan merupakan pilar fundamental dalam menjaga stabilitas pembangunan nasional, Guna memitigasi risiko kesehatan publik sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Dalam forum Food Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin 27 April , Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti, memaparkan bahwa standar keamanan pangan memiliki korelasi langsung terhadap keberhasilan program strategis nasional, termasuk inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Keamanan pangan dari sisi regulasi menjadi krusial. Program prioritas Presiden yang dikoordinasikan di bawah Menko Pangan sangat bergantung pada aspek ini," ujar Nani.

Tiga Pilar Pengawasan Terpadu

Pemerintah saat ini memfokuskan strategi pada tiga aspek utama untuk menjamin rantai pasok pangan yang sehat:

1.     Pencegahan Konsumsi: Memastikan komoditas yang tidak layak konsumsi tidak beredar di pasar.

2.     Pengawasan Terpadu: Memperkuat sinergi lintas instansi dalam memantau kualitas pangan nasional secara sistematis.

3.     Mitigasi Krisis: Menyiapkan protokol penanganan cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan.

Nani menjelaskan bahwa kerawanan keamanan pangan bukan sekadar isu kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap produktivitas negara. 

Secara global, dampak ekonomi dari insiden keracunan pangan diperkirakan mencapai USD 110 miliar, yang mencakup biaya perawatan medis hingga hilangnya jam kerja produktif.

Dampak Ekonomi Nasional

Di level domestik, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dengan estimasi kerugian ekonomi berkisar antara Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun. 

Angka ini mencerminkan beban biaya yang harus ditanggung akibat standar keamanan yang belum optimal.

Lebih lanjut, Nani menyoroti dampak operasional pada program Makan Bergizi Gratis. Penghentian sementara atau suspensi pada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat kendala teknis keamanan pangan berdampak langsung pada hilangnya manfaat ekonomi dan gizi yang seharusnya diterima masyarakat.

Melalui standarisasi yang lebih ketat, pemerintah optimistis dapat menciptakan ekosistem pangan yang tidak hanya terjangkau dan tersedia, namun juga memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh lapisan konsumen di Indonesia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih sebut Pelita Jaya jalankan strategi  bagus lawan RANS
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Layar Terkembang Galangan Kapal Nusantara
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Matangkan Struktur, Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027
• 22 jam laluokezone.com
thumb
SUV Hybrid Jetour Ini Digeber Tanpa Ampun, Hasilnya di Luar Dugaan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kemhan Ingatkan Jaga Kondusivitas Pasca-Prajurit TNI Dianiaya di Depok
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.