Jakarta, VIVA – Dalam beberapa tahun terakhir, isu mengenai kesesuaian antara jurusan kuliah dan dunia kerja semakin menjadi perhatian global. Organisasi seperti Organisation for Economic Co operation and Development (OECD) mencatat bahwa salah satu tantangan terbesar di pasar tenaga kerja modern adalah tingginya angka lulusan yang tidak terserap sesuai bidang studinya.
Fenomena ini dikenal sebagai underemployment, yaitu kondisi ketika seseorang bekerja di posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.
Hal ini terjadi bukan karena kualitas pendidikan rendah, tetapi karena ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan industri. Banyak jurusan yang bersifat umum atau terlalu teoritis, sehingga tidak langsung terhubung dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Akibatnya, sebagian lulusan harus beradaptasi dengan pekerjaan di luar bidang studi mereka. Berikut daftar jurusan kuliah tersebut, sebagaimana dirangkum pada Senin, 27 April 2026.
Daftar Jurusan Kuliah dengan Penyerapan Kerja Rendah1. Seni dan Humaniora
Jurusan seperti sastra, filsafat, sejarah, dan seni rupa termasuk yang paling sering disebut dalam kategori ini. Lulusannya memang memiliki kemampuan analitis dan kreatif yang baik, namun pasar kerja yang secara khusus menyerap bidang ini cukup terbatas. Banyak lulusan akhirnya bekerja di sektor administrasi, media umum, atau pekerjaan yang tidak secara langsung berkaitan dengan bidang studi.
2. Komunikasi dan Media
Jurusan ini sangat populer, tetapi jumlah lulusannya jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan pekerjaan di industri media formal. Posisi seperti jurnalis, public relations, atau penyiaran sangat kompetitif dan seringkali lebih mengutamakan portofolio serta pengalaman dibanding gelar akademik semata.
3. Ilmu Sosial Umum
Sosiologi, antropologi, dan ilmu politik sering masuk dalam kategori ini. Meskipun penting untuk memahami masyarakat dan kebijakan publik, banyak posisi kerja tidak mensyaratkan latar belakang yang sangat spesifik dari jurusan ini. Akibatnya, lulusan sering bekerja di bidang umum seperti administrasi, riset pasar, atau sumber daya manusia.
4. Psikologi tingkat sarjana
Psikologi merupakan jurusan yang sangat diminati, namun gelar sarjana saja biasanya belum cukup untuk masuk ke profesi psikolog klinis. Dibutuhkan pendidikan lanjutan seperti magister atau sertifikasi profesional. Hal ini membuat sebagian lulusan S1 bekerja di bidang yang tidak sepenuhnya sesuai.





