JAKARTA, DISWAY.ID - Wacana sejumlah program studi (prodi) di kampus mau ditutup sebetulnya berawal dari keresahan setiap lulusan wisudawan setiap tahun terlampau banyak tapi belum bisa terserap seluruhnya di dunia industri.
Kekhawatiran atau wacana ini dimunculkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) itu sendiri.
Berawal saat berbincang di YouTube BKKBN, Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukonco mengatakan pemerintah akan melakukan penyesuaian ulang terkait prodi di universitas agar kelulusan terserap maksimal.
BACA JUGA:Ramai Wacana Prodi Kampus yang Tak Relevan Bakal Ditutup, Anies Singgung Ilmu Murni Sedang Dilemahkan
Pihak Kemdiktisaintek juga mengharapkan dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).
"Jadi ini menurut kami di kementerian perlu kebijakan bersama. Kami berharap juga support teman-teman dari PTPK, tentunya bapak rektor yang ada di sini semuanya, (supaya) ada kerelaan," ujar Badri.
Menurutnya, prodi yang tidak relevan terbuka kemungkinan akan ditutup.
"Ada kerelaan atau mungkin ada beberapa hal yang nanti akan kita eksekusi tidak terlalu lama terkait prodi, prodi akan kita pilih pilah atau kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini dan sebenarnya yang dibutuhkan prodi apa ke depan,” katanya saat bicara di YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
BACA JUGA:Keren! 5 Prodi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta Kantongi Akreditasi Internasional, Ini Daftarnya
Menanggapi hal ini, Mantan Mendikbud Anies Baswedan mengkritik hal wacana itu.
Menurutnya, menutup ilmu murni bukan solusi.
“Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk,” jelas Anies dikutip dari X.
Anies menegaskan perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman.
“Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa,” jelasnya.
BACA JUGA:61 Prodi Pilihan Jalur UTBK SNBT IPB, Ini Daftar Jurusan Teknik dengan Karier Cerah
- 1
- 2
- »





