Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memperkenalkan sistem penomoran hotel berbasis sektor agar jamaah haji Indonesia lebih mudah mengenali akomodasi mereka di Makkah.
Cara termudah bagi jamaah maupun petugas yang kesulitan menghafal nama hotel, adalah dengan mengingat nomornya. Sistem ini dirancang agar terintegrasi langsung dengan pembagian 10 sektor penginapan di Makkah.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal, dikutip dari Antara, Senin (27/4).
Sebagai contoh, jika jamaah mendapatkan hotel bernomor 132, artinya hotel tersebut berada di Sektor 1 dengan urutsn ke-32. Begitu pula hotel bernomor 222, berarti masuk dalam wilayah Sektor 2 urutan ke-22.
Secara keseluruhan, PPIH Arab Saudi menyiapkan 177 hotel untuk jamaah haji reguler Indonesia. Ratusan hotel itu tersebar di lima wilayah utama: Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah
Ihsan menekankan pentingnya pemahaman sistem penomoran dan peta wilayah sektor, karena letak sektor dan nomor hotel sangat berkaitan dengan rute layanan bus shalawat menuju Masjidil Haram yang beroperasi 24 jam penuh.
Baca Juga: Aplikasi Kawal Haji Hadir, Jemaah Bisa Lapor Real Time di Tanah Suci
Baca Juga: Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur
Persebaran Hotel Jamaah Haji Reguler di Makkah Berdasarkan Sektor:
Sektor 1 (Syisyah): 32 hotel (berpusat di Tayeb Hotel).
Sektor 2 (Syisyah): 22 hotel.
Sektor 3 (Sebagian Syishah & Raudhah): 19 hotel.
Sektor 4 (Syisyah & Raudhah): 23 hotel.
Sektor 5 (Syisyah & Raudhah): 18 hotel.
Sektor 6 (Jarwal): 13 hotel.
Sektor 7 (Misfalah): 17 hotel.
Sektor 8 (Misfalah): 13 hotel.
Sektor 9 (Misfalah): 19 hotel.
Sektor 10 (Aziziyah): 1 hotel dengan kapasitas besar hingga lebih dari 21 ribu jamaah





