Kurangi Impor LPG, Bahlil: Pemerintah Kaji Pengembangan CNG

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah membahas pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG).

Bahlil mengatakan opsi CNG masih berada pada tahap pembahasan dan konsolidasi lintas sektor sebelum difinalisasi menjadi kebijakan energi nasional.

“Pengembangan CNG masih dalam pembahasan dan akan difinalisasi. Ini menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kemandirian energi dari sektor LPG,” ujar Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan CNG merupakan salah satu upaya mendorong kemandirian energi, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG yang sebagian besar masih diimpor.

Baca Juga :

Bahlil: ENI Temukan Cadangan Gas Jumbo 5 TCF di Kutai Kalimantan
 


(Ilustrasi. Foto: Dok Kementerian ESDM) Ketersediaan CNG melimpah di dalam negeri Menurut dia, CNG berasal dari gas bumi dengan komponen utama metana (C1) dan etana (C2) yang ketersediaannya relatif melimpah di dalam negeri. Gas tersebut kemudian dikompresi menggunakan peralatan khusus hingga tekanan sekitar 250–400 bar agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Menurutnya, pemanfaatan CNG memiliki potensi besar karena sumber gas domestik lebih melimpah dibandingkan bahan baku LPG yang bergantung pada propana dan butana (C3–C4) dengan produksi terbatas di Indonesia.

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah masih melakukan kajian teknis dan konsolidasi untuk memastikan implementasi CNG berjalan efektif serta memberikan manfaat optimal bagi ketahanan energi nasional.

“Masih dalam tahap konsolidasi agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong pemanfaatan CNG sebagai upaya mendukung efisiensi keuangan negara, mengingat sumber energinya berasal dari dalam negeri sehingga dapat menekan impor energi.

Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, layanan CNG terus diperluas di berbagai daerah. PGN Gagas menghadirkan produk Gaslink untuk sektor industri, komersial, dan ritel, serta Gasku untuk sektor transportasi darat melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Pemanfaatan CNG juga telah diterapkan dalam sejumlah proyek strategis pemerintah, termasuk penyediaan energi untuk dapur layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam, Bogor, dan Boyolali.

Dengan potensi tersebut, CNG dinilai dapat menjadi solusi energi yang lebih efisien, praktis, dan ramah lingkungan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ambisi KEK Finansial, Ekonom Wanti-Wanti Pencucian Uang hingga Benturan Hukum
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
3,8 Juta Pekerja Kreatif di Jatim Terdampak Perlambatan Industri Event
• 5 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Menlu Iran Araghchi Kunjungi Rusia, Temui Putin di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Dayabumi Energi Gandeng Anvita-Etana Bangun PLTS Atap Berkapasitas 1 MWp
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Genjot Transisi Energi dan Penerimaan, Indef Usulkan Pemerintah Terapkan Cukai Emisi Kendaraan
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.