Menhan Mali Tewas Dibunuh, Apa Sebenarnya yang Terjadi di Negara Mayoritas Muslim Kaya Emas Itu?

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO— Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh kelompok Nasra al-Islam wal-Muslimin.

Kelompok ini yang berafiliasi dengan Al-Qaeda ini melakukan penyerangan dengan dukungan dari militan Tuareg, di kediamannya di Pangkalan Militer Kati dekat ibu kota Bamako.

Baca Juga
  • Benarkah Persediaan Amunisi AS Benar-Benar Habis Akibat Perang Iran atau Hanya Cara Tambah Anggaran?
  • Media Ibrani Bongkar Runtuhnya Doktrin Militer Israel Akibat Perang Iran dan Badai Al-Aqsa
  • Jangan Sampai Ditangkap Askar, Jamaah Haji Perhatikan Larangan Berikut Selama di Masjid Nabawi

Smentara Gerakan Pembebasan Azawad yang separatis mengumumkan telah menguasai kota utama Kidal di wilayah utara.

Kelompok Nasra al-Islam wal-Muslimin, bersama para pemberontak Tuareg, mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi yang dimulai kemarin, Sabtu (25/4/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Serangan terjadi di sekitar ibu kota Bamako serta di kawasan produksi emas dan tempat-tempat lain di seluruh Mali, dalam salah satu operasi paling berani oleh pemberontak dalam operasi mereka melawan pemerintah yang dipimpin militer.

Suara tembakan di kota Kati menunjukkan bahwa pertempuran masih berlanjut untuk hari kedua meskipun militer mengumumkan telah mengembalikan kendali.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di Mali, apa penyebab serangan-serangan ini, dan apa tujuan para pemberontak?

Apa yang terjadi?

Dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2026), sebuah laporan keamanan PBB menyebutkan terjadinya serangan kompleks dan bersamaan pada Sabtu malam di Kati, dekat Bandara Bamako, serta di berbagai kota dan desa di wilayah utara, termasuk Mopti, Gao, dan Kidal.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Bus Tabrak Truk di Tol Gempol-Pasuruan, Belasan Penumpang Terluka
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pedang Bermata Dua Warisan, Pererat Hubungan atau Renggangkan Keluarga
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Geger Ruang VAR Kosong di Laga Persiba vs PSS, Begini Penjelasan I League
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Detik-detik Sopir Angkot di Tanah Abang Nyaris Tewas Dibakar Hidup-hidup Buntut Rebutan Ngetem
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Korsel Kucurkan BLT Atasi Tekanan Finansial Imbas Konflik Timteng
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.