REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO— Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh kelompok Nasra al-Islam wal-Muslimin.
Kelompok ini yang berafiliasi dengan Al-Qaeda ini melakukan penyerangan dengan dukungan dari militan Tuareg, di kediamannya di Pangkalan Militer Kati dekat ibu kota Bamako.
Baca Juga
Benarkah Persediaan Amunisi AS Benar-Benar Habis Akibat Perang Iran atau Hanya Cara Tambah Anggaran?
Media Ibrani Bongkar Runtuhnya Doktrin Militer Israel Akibat Perang Iran dan Badai Al-Aqsa
Jangan Sampai Ditangkap Askar, Jamaah Haji Perhatikan Larangan Berikut Selama di Masjid Nabawi
Smentara Gerakan Pembebasan Azawad yang separatis mengumumkan telah menguasai kota utama Kidal di wilayah utara.
Kelompok Nasra al-Islam wal-Muslimin, bersama para pemberontak Tuareg, mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi yang dimulai kemarin, Sabtu (25/4/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Serangan terjadi di sekitar ibu kota Bamako serta di kawasan produksi emas dan tempat-tempat lain di seluruh Mali, dalam salah satu operasi paling berani oleh pemberontak dalam operasi mereka melawan pemerintah yang dipimpin militer.
Suara tembakan di kota Kati menunjukkan bahwa pertempuran masih berlanjut untuk hari kedua meskipun militer mengumumkan telah mengembalikan kendali.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di Mali, apa penyebab serangan-serangan ini, dan apa tujuan para pemberontak?
Apa yang terjadi?
Dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2026), sebuah laporan keamanan PBB menyebutkan terjadinya serangan kompleks dan bersamaan pada Sabtu malam di Kati, dekat Bandara Bamako, serta di berbagai kota dan desa di wilayah utara, termasuk Mopti, Gao, dan Kidal.