Palestina: Otoritas Palestina (PA) menyatakan bahwa pemilihan umum lokal yang digelar di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada Sabtu pekan kemarin berlangsung sukses dan menjadi langkah awal menuju pemilu presiden yang telah lama tertunda.
Pemungutan suara itu juga disebut sebagai bagian dari upaya menuju pembentukan Negara Palestina.
Pemilu di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah, menjadi sorotan karena merupakan pemilihan pertama di sebagian wilayah yang dikuasai Hamas dalam lebih dari dua dekade. Meski demikian, partisipasi pemilih di wilayah tersebut tercatat hanya 23 persen akibat berbagai kendala, termasuk dampak perang dan perpindahan penduduk.
Di Tepi Barat, tingkat partisipasi mencapai 56 persen atau lebih dari setengah juta pemilih. Hasil pemilu didominasi kandidat independen dan faksi Fatah yang memimpin Otoritas Palestina, sementara Hamas tidak ikut serta dalam kontestasi tersebut.
Ketua Komisi Pemilihan Pusat Palestina, Rami Hamdallah, menyebut pelaksanaan pemilu di Gaza sebagai pencapaian penting di tengah situasi sulit.
“Menggelar pemilu di Deir al-Balah saja sudah merupakan pencapaian signifikan, dan kami berharap dapat melaksanakan pemilu di wilayah lain di Jalur Gaza dalam waktu dekat,” ujarnya, dikutip dari media NPR, Senin, 27 April 2026.
Pemilu ini bertujuan memilih anggota dewan lokal yang mengelola layanan dasar seperti air, jalan, dan listrik. Reformasi sistem pemilu juga memungkinkan pemilih memilih individu, bukan hanya daftar partai, seiring menurunnya kepercayaan terhadap partai politik.
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa, menyebut pemilu tersebut sebagai langkah menuju kemerdekaan penuh. Namun, sebagian warga menilai pemilu lokal belum cukup dan mendesak dilaksanakannya pemilu nasional yang lebih luas.
Otoritas Palestina sendiri belum menggelar pemilu presiden selama lebih dari dua dekade. Presiden Mahmoud Abbasyang menjabat sejak 2005 masih memimpin di tengah kritik terkait stagnasi politik dan kondisi keamanan di wilayah tersebut. (Keysa Qanita)
Baca juga: Warga Palestina Ikuti Pemilu Lokal di Tepi Barat dan Gaza




