HARIAN FAJAR – Kompetisi Super League 2025/2026 memasuki pekan ke-30 dengan persaingan sengit di zona degradasi yang semakin memanas. Empat tim tengah berjuang keras untuk keluar dari ancaman turun kasta, dengan PSBS Biak dan Semen Padang berada di posisi paling rawan. Bagaimana dengan Persis Solo dan Madura United?
PSBS Biak, juara Liga 2 2023/2024, kini menjadi penghuni dasar klasemen dengan 18 poin dari 29 pertandingan. Tim berjuluk Badai Pasifik itu sudah menelan 19 kekalahan dan hanya meraih empat kemenangan serta enam hasil imbang. Mereka membutuhkan tambahan sembilan poin untuk bisa keluar dari zona degradasi.
Kendati demikian, perjuangan PSBS Biak sangat berat karena menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC dalam lima laga tersisa. Ditambah lagi, mereka belum pernah merasakan kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir, dengan sepuluh kekalahan dan satu hasil imbang.
“Melihat situasi sekarang, kami harus bekerja keras untuk menghindari degradasi,” jelas pelatih Marian Mihail.
Sementara itu, Semen Padang yang berada di posisi 17 dengan 20 poin juga tengah berjuang keras. Tim Kabau Sirah sedang dalam tren negatif dengan empat kekalahan beruntun dan membutuhkan tambahan tujuh poin agar bisa menyalip Madura United yang berada di posisi 16 dengan 26 poin.
“Laga melawan Madura United sangat krusial bagi kami. Kemenangan adalah harga mati untuk membuka peluang bertahan,” kata pelatih Imran Nahumarury sebelum pertandingan melawan Madura United pada 29 April mendatang.
Persaingan Ketat di Zona Aman dan Ancaman bagi Persis SoloMadura United sendiri berada di posisi 16 dan memiliki peluang besar untuk bertahan dengan 26 poin, hanya terpaut satu angka dari Persis Solo di posisi 15. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab harus memastikan kemenangan di laga kandang melawan Semen Padang agar bisa menggusur Persis Solo dari zona aman.
“Kami tidak boleh terpeleset di lima laga terakhir agar bisa bertahan di Super League,” terang pelatih Rakhmad Basuki.
Persis Solo yang mengoleksi 27 poin juga belum aman. Mereka akan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 April. Jika kalah, posisi mereka rawan digeser oleh Madura United yang siap menyalip dengan kemenangan di laga berikutnya.
“Kami sadar posisi kami sangat rawan. Kami harus tampil maksimal menghadapi Persija Jakarta,” ujar pelatih Milomir Seslija.
Persaingan Puncak dan Ancaman Degradasi Menjadi Fokus UtamaSementara itu, persaingan di puncak klasemen juga sangat ketat antara Persib Bandung dan Borneo FC yang sama-sama mengoleksi 66 poin. Persib Bandung masih memimpin klasemen berkat keunggulan head-to-head atas Borneo FC.
Namun, perhatian utama kini tertuju pada perebutan posisi aman di papan bawah yang menentukan nasib tim-tim tersebut di Super League musim depan. Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, setiap poin sangat berarti bagi tim-tim yang terancam degradasi.
“Setiap laga kini seperti final bagi kami. Kami akan berjuang keras sampai akhir musim,” pungkas pelatih salah satu tim yang tengah berjuang di zona degradasi.





