Yogyakarta, ERANASIONAL.COM – Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima penghargaan Outstanding Partnership dalam Conference of China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) ketiga yang berlangsung di Yogyakarta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Polije dalam membangun kolaborasi pendidikan vokasi berbasis industri antara Indonesia dan China.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menerima langsung penghargaan tersebut di hadapan perwakilan perguruan tinggi vokasi, mitra industri, dan pemangku kepentingan dari kedua negara. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Polije sebagai salah satu institusi vokasi yang aktif mendorong kerja sama internasional, khususnya di bidang agrikultur.
Sebagai koordinator nasional sektor agrikultur dalam aliansi CITIEA, Polije berperan dalam menghubungkan berbagai politeknik pertanian di Indonesia dengan mitra pendidikan serta industri dari China. Peran tersebut telah berjalan sejak awal pembentukan aliansi di China.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, Ph.D., menjelaskan bahwa Polije menjadi salah satu dari delapan politeknik pionir yang terlibat dalam deklarasi awal CITIEA.
“Polije bekerja sama dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College guna mengoordinasikan seluruh politeknik agrikultur di Indonesia,” ujar Agung Wahyono, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, penghargaan Outstanding Partnership diraih karena keberhasilan Polije membangun model kemitraan tripartit yang melibatkan institusi pendidikan, mitra internasional, dan sektor industri. Salah satu kolaborasi aktif tersebut terjalin bersama PT Haida Agriculture Indonesia.
Melalui kerja sama itu, Polije berhasil mengintegrasikan standar teknologi industri China ke dalam kurikulum pendidikan vokasi sehingga mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.
“Kami meraih penghargaan ini karena model kerja sama unggul antara Polije, mitra institusi di China, dan PT Haida Agriculture Indonesia,” tambah Agung.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Polije untuk terus memperluas kerja sama internasional, termasuk melalui program pertukaran riset, magang industri, dan praktik kerja luar negeri bagi mahasiswa.
“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan model kerja sama vokasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” pungkasnya.
Forum CITIEA ketiga ini diselenggarakan di Yogyakarta dengan Politeknik Negeri Jakarta sebagai host dan Polije sebagai co-host. Penghargaan tersebut semakin memperkuat komitmen Polije dalam mencetak lulusan vokasi yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.





