JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum Forum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika menegaskan bahwa ketahanan sebuah bangsa sangat bergantung pada isi piring rakyatnya.
Menurutnya, mustahil bicara soal kualitas manusia unggul jika urusan perut masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Gerakan besar yang diinisiasi oleh Yayasan Bhakti Bela Negara bersama Brigade Pangan dan Dinas Pertanian Provinsi Banten ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa. Ini adalah pernyataan sikap bahwa kemandirian bangsa harus dimulai dari atas tanah sendiri.
BACA JUGA:Pendaftaran Kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Dibuka, Intip Syarat dan Jadwal Lengkapnya di Sini
"Ketahanan pangan dan ketahanan gizi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika produksi pangan di dalam negeri meningkat, maka akses masyarakat terhadap pangan bergizi juga akan semakin baik dan terjamin," ujar Rival di sela-sela kegiatan penanaman, Senin 27 April 2026.
Penanaman varietas PS 08 ini dipilih bukan tanpa alasan. Varietas ini diharapkan mampu memberikan hasil maksimal yang tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung stok pangan regional di masa depan.
Dinas Pertanian Provinsi Banten bersama BRMP Banten memproyeksikan panen raya dari lahan raksasa ini akan jatuh pada Agustus 2026 mendatang.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 27 April 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Kungfu Awal Pekan
Momentum ini diharapkan menjadi kado kemerdekaan yang nyata bagi para petani di Carita. Selain aspek kedaulatan, proyek ini menempatkan petani lokal sebagai subjek utama.
Dengan melibatkan mereka secara langsung dalam pembangunan sektor pangan, dampak ekonomi positif diharapkan langsung terasa di kantong-kantong rumah tangga petani, sekaligus memutus rantai kemiskinan di pedesaan.
Kehadiran Brigade Pangan dan berbagai lembaga masyarakat dalam proyek ini membuktikan bahwa urusan perut rakyat bukan hanya beban pemerintah semata.
BACA JUGA:Sisi Lain Kebahagiaan El Rumi dan Syifa Hadju, Jam Tangan Mewah Irwan Mussry Rp3,9 Miliar Bikin Silau
Semangat gotong royong yang terlihat di Carita menunjukkan pola kolaborasi ideal antara komunitas gizi, praktisi pertanian, dan pembuat kebijakan.
Optimisme pun menyeruak dari pesisir Banten. Jika proyek 1.500 hektare ini sukses, Carita diprediksi akan menjadi barometer baru kawasan pertanian unggulan di Indonesia.
Sebuah langkah berani untuk memastikan bahwa di masa depan, Indonesia tidak hanya mandiri secara pangan, tetapi juga unggul dalam kualitas gizi generasinya.





