Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Apa pun kepada Jemaah Haji

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memerintahkan kelompok-kelompok pembimbing ibadah haji untuk tidak melakukan pungutan biaya kepada para jemaah haji 2026 atau 1447 H.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf menegaskan bahwa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dilarang memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada jemaah haji. Pungutan yang dilarang termasuk penawaran paket-paket wisata, yang dikatakannya “memanfaatkan jemaah”.

Dia menekankan bahwa fokus dari jemaah haji adalah beribadah, bukan melakukan hal yang lain.

“Berikan kesempatan kepada jemaah untuk bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan tenang dan mempersiapkan kondisi fisiknya agar tetap bugar menghadapi puncak haji,” ujar Maria dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Senin, (27/4/2026).

Dia dan pihaknya pun meminta semua pihak untuk mematuhi aturan itu. Jika mengetahui atau mengalami segala bentuk pungutan biaya yang tidak seharusnya ada, jemaah haji diminta untuk tidak segan-segan untuk melaporkannya.

Maria menyebut bahwa Presiden Subianto, melalui pemerintah, memastikan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah merupakan prioritas utamanya.

Baca Juga

  • Mengenal Aplikasi Kawal Haji, Jemaah Bisa Lapor hingga Minta Bantuan Petugas lewat HP
  • Bus Shalawat Haji 2026, Ini Daftar Lengkap Rute, Nomor, dan Terminalnya
  • Pesawat Jemaah Haji Surabaya dan Batam Alami Kendala, Perbaikan Terus Dilakukan

Hal-hal itu disampaikan setelah Kemenhaj melaporkan bahwa baru-baru ini terdapat dua permasalahan teknis dalam keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi. Kedua problem tersebut menyangkut kondisi pesawat terbang.

Pertama, pada Minggu (27/4/2026), pesawat Saudia dengan rute Surabaya-Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Pemberhentian itu dikatakan terjadi karena adanya gangguan pada sistem hidrolik pesawat.

“Sebanyak 380 jemaah kini telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel terpisah di sekitar bandara dan terus mendapatkan layanan serta pendampingan petugas,” jelas Maria.

Kedua, pada Senin (27/4/2026), pesawat Saudia yang melayani jemaah haji Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami kendala teknis pada sistem kontrol penerbangan (flight control) setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Dia menyebut bahwa perbaikan pesawat kini masih terus dilakukan, termasuk dengan menunggu suku cadang pesawat.

Kemenhaj memberikan opsi kepada jemaah haji untuk mendapatkan akomodasi di lima hotel terpisah, dengan pendampingan penuh oleh petugas. Kementerian itu menyatakan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan pihak maskapai dan seluruh pihak terkait untuk dapat mempercepat penanganan ini.

Tips bagi Jemaah Haji saat di Tanah Suci

Selain menyampaikan peringatan dan pembaruan informasi terkini, Maria juga menyampaikan dua tips yang dinilai akan sangat bermanfaat bagi jemaah haji di kawasan Masjid Nabawi, Madinah.

Larangan di area Masjid Nabawi

Terdapat beberapa aturan mengenai penggunaan barang-barang tertentu di area masjid demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan.

Kemenhaj mengimbau jemaah untuk tidak melakukan siaran langsung (live streaming), tidak membawa alat fotografi profesional, dan tidak menggunakan perangkat suara. Kemudian, jemaah juga diimbau untuk tidak berkerumun terlalu lama, tidak bersikap gaduh, tidak membawa atribut kelompok, dan tidak merokok. 

Jika ingin mengambil barang hilang yang ditemukan, jemaah harus melapor terlebih dahulu. Jemaah pun dilarang membuang sampah sembarangan dan diimbau tidak membawa barang berukuran besar yang tidak diperlukan.

Mengingat lokasi

Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk mengingat-ingat pintu masuk yang akan atau sudah dilewati, menghafal nama dan nomor hotel tempat menginap, membawa kartu identitas dan Kartu Nusuk (yang menjadi identitas sekaligus karcis bagi jemaah), serta mengingat untuk bahwa bepergian harus secara berkelompok. Semua itu dilakukan untuk menghindari tersesatnya jemaah.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekhusyukan dalam beribadah,” kata Maria. (Laurensius Katon Kandela)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menguatkan Budaya Menjenguk di Indonesia Lewat Kebiasaan Cuci Tangan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Dramatis! Tim SAR Potong Gerbong Kereta untuk Selamatkan 7 Korban Kecelakaan di Bekasi
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Keberangkatan Kereta Api dari Jakarta ke Surabaya Terdampak Insiden di Bekasi
• 24 menit lalutvonenews.com
thumb
Sering Diabaikan, 5 Hal Ini Penting Agar Bisnis Bisa Bertahan
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Akan Surati Kemenhaj soal Biro Umrah di Semarang Diduga Tipu Calon Jemaah
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.