Palembang (ANTARA) - Venue pertandingan kandang terakhir Sumsel United melawan Persekat Tegal pada pekan ke-27 kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 resmi dipindahkan dari Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ke Stadion Bumi Sriwijaya.
Ketua Local Organizing Committee (LOC) Sumsel United Muhammad Fathony di Palembang, Senin, mengatakan pemindahan lokasi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (2/5) pukul 15.30 WIB tersebut dilakukan atas pertimbangan keamanan.
“Keputusan ini diambil setelah adanya pemberitahuan dari operator kompetisi, serta mempertimbangkan situasi di kawasan Jakabaring Sport City yang pada hari yang sama terdapat beberapa kegiatan besar,” katanya.
Ia menjelaskan pada waktu bersamaan, kawasan Jakabaring Sport City (JSC) akan dipadati sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga aparat kepolisian menyarankan pemindahan venue pertandingan.
Baca juga: Sumsel United targetkan sapu bersih tiga laga terakhir
Salah satu kegiatan tersebut adalah konser musik yang semula direncanakan di Stadion Bumi Sriwijaya, namun dipindahkan ke kawasan JSC karena tingginya animo penonton.
“Selain itu, pada malam harinya di JSC juga akan digelar konser lain yang diperkirakan menarik banyak massa, sehingga perlu pengaturan keamanan yang lebih optimal,” jelasnya.
Untuk proses verifikasi kelayakan Stadion Bumi Sriwijaya telah dilakukan oleh operator kompetisi pada 22 April 2026.
“Hasil assessment menunjukkan stadion tersebut layak digunakan, baik dari kondisi lapangan maupun fasilitas pendukung seperti pencahayaan,” ujarnya.
Selain itu, aspek keamanan juga telah dinilai oleh Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital.
“Hasil penilaian keamanan mencapai skor 84, sehingga pertandingan dinyatakan aman untuk digelar dengan penonton,” kata Fathony.
Baca juga: PSMS Medan bungkam Sumsel United 3-1
Ketua Local Organizing Committee (LOC) Sumsel United Muhammad Fathony di Palembang, Senin, mengatakan pemindahan lokasi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (2/5) pukul 15.30 WIB tersebut dilakukan atas pertimbangan keamanan.
“Keputusan ini diambil setelah adanya pemberitahuan dari operator kompetisi, serta mempertimbangkan situasi di kawasan Jakabaring Sport City yang pada hari yang sama terdapat beberapa kegiatan besar,” katanya.
Ia menjelaskan pada waktu bersamaan, kawasan Jakabaring Sport City (JSC) akan dipadati sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga aparat kepolisian menyarankan pemindahan venue pertandingan.
Baca juga: Sumsel United targetkan sapu bersih tiga laga terakhir
Salah satu kegiatan tersebut adalah konser musik yang semula direncanakan di Stadion Bumi Sriwijaya, namun dipindahkan ke kawasan JSC karena tingginya animo penonton.
“Selain itu, pada malam harinya di JSC juga akan digelar konser lain yang diperkirakan menarik banyak massa, sehingga perlu pengaturan keamanan yang lebih optimal,” jelasnya.
Untuk proses verifikasi kelayakan Stadion Bumi Sriwijaya telah dilakukan oleh operator kompetisi pada 22 April 2026.
“Hasil assessment menunjukkan stadion tersebut layak digunakan, baik dari kondisi lapangan maupun fasilitas pendukung seperti pencahayaan,” ujarnya.
Selain itu, aspek keamanan juga telah dinilai oleh Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital.
“Hasil penilaian keamanan mencapai skor 84, sehingga pertandingan dinyatakan aman untuk digelar dengan penonton,” kata Fathony.
Baca juga: PSMS Medan bungkam Sumsel United 3-1





