Permata Bank Catat Laba Naik 16,6% di Kuartal I 2026

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Bank Permata Tbk membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 16,6% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja ini ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga yang tumbuh 11,9% YoY.
 
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tercatat meningkat 2,8% YoY menjadi Rp161 triliun per akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh segmen korporasi yang naik 6,5% menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 1,8% menjadi Rp19,7 triliun.
  Baca juga:  Permata Bank Perkenalkan Semangat "Syariah untuk Semua", Solusi Finansial Inklusif
Manajemen menyebut strategi pertumbuhan kredit tetap dilakukan secara selektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, seiring kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
 
“Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset, dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang kuat,” ujar Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli.

Permata Bank juga menegaskan peran strategis pemegang saham pengendali Bangkok Bank dalam memperkuat jaringan dan konektivitas internasional, sekaligus memperluas posisi bank sebagai institusi dengan jangkauan regional dan global. Likuiditas Kuat, CASA Menguat Dari sisi likuiditas, bank mencatat posisi yang tetap solid. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 87,1%, naik dibandingkan 83,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Sementara itu, rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 65,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan 58,6% pada tahun lalu. Penguatan CASA ini menunjukkan struktur pendanaan yang semakin efisien.
 
Likuiditas bank juga berada jauh di atas ketentuan regulator. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 267,4%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 122,9%.
Di tengah ekspansi kredit, kualitas aset tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) tercatat 2,2%, sementara loan at risk berada di level 6,4%.
 
Untuk menjaga ketahanan, bank membentuk pencadangan yang cukup tinggi, dengan NPL coverage mencapai 355,7% dan LAR coverage 120,6%. Permata Bank juga terus melakukan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi hingga penjualan aset. Permodalan Sangat Kuat Dari sisi permodalan, Permata Bank mencatat posisi yang sangat solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33,9%, sementara Common Equity Tier-1 (CET-1) mencapai 25,9%.
Angka ini menempatkan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan permodalan terkuat di kelompok bank komersial besar di Indonesia, memberikan ruang ekspansi bisnis ke depan, baik secara organik maupun anorganik.
 
Permata Bank Syariah juga mencatat kinerja positif dengan laba operasional sebelum provisi tumbuh 5,3% YoY menjadi Rp198,4 miliar. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan pendapatan operasional sebesar 3,4% YoY.
 
Ke depan, unit syariah akan memperkuat strategi berbasis komunitas serta memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih inklusif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Surabaya Usulkan Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua, Gantikan Mendiang Adi Sutarwijono
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Veda Ega Pratama Nilai Moto3 Jerez 2026 Sangat Positif, Akui Tantangan Ban di Akhir Balapan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Senin, SIM Keliling tersedia di lima lokasi Jakarta
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Cuaca Hari Ini: Jakarta Berawan, Bogor hingga Bekasi Hujan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Usut Korupsi, Kejagung Diminta Jeli Jangan Terpengaruh Opini
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.