jpnn.com - Komnas HAM mengungkap 14 orang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jakarta, pada Kamis (12/4) malam.
Hal demikian seperti disampaikan Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian dalam konferensi pers hasil pemantauan pihaknya dalam kasus penyerangan air keras pada Senin (27/4).
BACA JUGA: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kang TB Singgung Aktor Intelektual
"Terduga pelaku setidak-tidaknya ada 14 orang yang berada di sekitar kantor YLBHI," kata dia di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin.
Saurlin mengungkap Komnas HAM juga menemukan beberapa terduga pelaku saling berkoordinasi sebelum penyiraman air keras dilakukan.
BACA JUGA: Minta Tolong kepada Prabowo, Sitti Aminah: Bantu Anak Saya
Misalnya, terduga pelaku satu, dua, tiga, empat, lima, hingga 14 yang sempat terekam CCTV berkumpul dan berbicara di depan kantor YLBHI.
"Artinya pasti berbicara dan berkomunikasi satu dengan yang lain," kata dia.
BACA JUGA: 53 Anak di Daycare Little Aresha Jogja Mengalami Kekerasan Fisik dan Verbal
Selain itu, Saurlin mengungkap para terduga pelaku disinyalir memakai identitas orang lain untuk meregistrasi nomor ponsel.
"Ya, di antaranya menggunakan nama anak berusia lima tahun, ibu rumah tangga, dan lansia guna menutupi identitasnya," lanjut dia.
Saurlin mengatakan hasil tim pemantauan menunjukkan bahwa nomor ponsel diaktifkan dalam rentang 10 sampai 11 Maret.
"Nomor-nomor tersebut baru diaktifkan satu dua hari sebelum peristiwa, antara rentang 10 sampai 11 Maret," ujarnya.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




