Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bakal memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir 2026. Hal itu, seiring dengan cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.
"Saat ini status siaga darurat hidrometeorologi masih berlaku hingga Kamis, 30 April 2026," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, 27 April 2026, melansir Antara.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Asep Sudrajat. ANTARA/Ahmad Fikri
Dia menyebut status siaga akan diperpanjang hingga Desember 2026, karena saat ini memasuki peralihan musim dari musim hujan ke panas yang diprediksi akan terjadi kemarau lebih cepat dan panjang. Sehingga perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah rawan kekeringan.
"Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, di mana hal tersebut merupakan perubahan cuaca di mana pada siang cerah atau panas dan saat petang hingga malam terjadi hujan," jelas dia.
Informasi dari BMKG, kata Asep, setelah kemarau basah berlalu, akan terjadi musim kemarau yang lebih cepat diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan tahun dan diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Baca Juga :
Gangguan Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem di NTB hingga 30 April"Surat keputusan atau perpanjangan status siaga darurat bencana masih disusun Bidang Kedaruratan dan Tim BPBD Cianjur, setelah keluar akan segera disampaikan ke masing-masing kecamatan dan desa guna mengambil berbagai langkah antisipasi," ungkap dia.
Seiring dengan cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya masih menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan di kecamatan dan desa, untuk melakukan pengawasan, pelaporan, serta penanganan cepat ketika terjadi bencana.
Hal itu, termasuk saat peralihan musim, petugas dan relawan diminta membuat laporan kondisi setiap hari, sehingga saat terjadi kekeringan berbagai upaya dilakukan, termasuk mendistribusikan air bersih melibatkan Perumdam Cianjur.
"Kami berharap tidak terjadi kemarau panjang di Cianjur, namun berbagai upaya dilakukan termasuk berkoordinasi dengan dinas dan instansi lain dalam penanganan termasuk dengan Perumdam Cianjur," papar dia.




