Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bekasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang terlibat dalam insiden di Stasiun Bekasi Timur berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Total sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah dievakuasi tanpa korban jiwa. Namun, insiden yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) tersebut menimbulkan korban dari pihak penumpang KRL.
Berdasarkan data sementara, sebanyak empat penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, 38 penumpang KRL lainnya telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Proses evakuasi dan penanganan korban menjadi prioritas utama dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta tenaga medis.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 27 April 2026.
Seiring penanganan di lokasi, KAI juga melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta, khususnya layanan KRL, menyesuaikan kondisi jalur yang masih dalam proses pemulihan.
Untuk penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KAI menyiapkan layanan bus guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir.
Editor: Redaksi TVRINews





