Jakarta, VIVA – Isu perubahan iklim kini tak lagi dianggap sebagai topik jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya mulai terasa lewat cuaca ekstrem, suhu yang makin panas, banjir, hingga persoalan sampah yang kian kompleks. Karena itu, pendidikan iklim di sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Kesadaran tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang fokus pada pendidikan lingkungan. Salah satunya melalui program Green Guardians, sebuah program pendidikan iklim holistik yang bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan hidup ramah lingkungan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Program ini menitikberatkan pada pemahaman tentang mitigasi perubahan iklim dan kemampuan beradaptasi terhadap dampaknya. Artinya, siswa tidak hanya diajak memahami teori soal lingkungan, tetapi juga dilatih mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Kitabisa, Alfatih Timur, mengatakan model pendanaan berkelanjutan dibutuhkan agar program pendidikan iklim bisa berjalan dalam jangka panjang.
"Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan (matching) donasi publik dan reinvestasi strategis," kata Alfatih Timur, dalam keterangannya, dikutip Selasa 28 April 2026.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat pendanaan pendidikan iklim menjadi lebih stabil dan berdampak luas.
"Dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, kami memastikan bahwa setiap rupiah bekerja lebih keras. Struktur blended finance ini menciptakan ekosistem pendanaan berkelanjutan yang akan mendukung pendidikan iklim selama bertahun-tahun," ungkapnya.
Direktur Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menilai pendidikan lingkungan di sekolah penting karena mampu membentuk kebiasaan baik sejak usia dini.
"Bakti Barito telah mendukung Program Adiwiyata melalui program Green Guardians karena itu program pemerintah yang sangat bagus dan telah memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan," kata Dian A. Purbasari.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program seperti ini bisa menjangkau lebih banyak siswa di berbagai daerah.
Dalam praktiknya, pendidikan iklim di sekolah dapat dilakukan melalui tiga langkah utama. Pertama, peningkatan kapasitas guru agar mampu mengajarkan isu perubahan iklim, konservasi energi, pengelolaan air, dan keanekaragaman hayati.




