JAKARTA, KOMPAS – Berdasarkan informasi terbaru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan terdapat tujuh orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan di rumah sakit rujukan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra keluarga Bekasi Timur dan Barat.
“Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik pada seluruh korban,” tutur Anne secara tertulis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Pada Senin (27/4/2026) malam, terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian kereta rel listrik (KRL) di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Imbasnya, seluruh perjalanan KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dibatalkan.
Untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Hal ini merupakan dampak dari kecelakaan operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1, Jakarta pada Senin (27/4/2026).
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timul akibat kejadian tersebut. Fokus utama saat ini pada penanganan lokasi dan memastikan keselamatan serta layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi.
“Bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan KA, untuk sementara dapat menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan,” tutur Anne secara tertulis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan layanan, agar operasional dapat kembali normal secepatnya. Informasi terkini akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi KAI.
Dihubungi terpisah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menginvestigasi kejadian KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang. Humas KNKT, Arif Rahman Iskandar mengatakan bahwa sejak semalam, KNKT sudah berada di tempat kejadian untuk memeriksa.
“Sejak tadi malam, tiga orang investigator kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Pagi ini, investigasi akan dilanjutkan. Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan,” ujar Arif.





