Kronologi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Versi Penumpang, Lampu Mendadak Mati hingga Ada Hantaman Keras

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang. Lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras.

Kereta Api Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).

Berikut kronologi tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang. Berawal dari lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras.

Salah seorang penumpang Commuter Line, Munir, menuturkan bahwa kejadian bermula ketika kereta yang ia naiki dari Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta tersebut berhenti karena ada Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi yang lebih dulu menabrak sebuah mobil taksi. Saat kereta dalam posisi berhenti, dari arah belakang melaju Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang kemudian menabrak Commuter Line yang ditumpangi Munir.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, dikutip dari Kompas.com.

Munir menjelaskan, akibat insiden tersebut gerbong khusus perempuan di rangkaian Commuter Line mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang yang berada di dalam gerbong terlihat kesulitan menyelamatkan diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang rusak.

Hingga sekitar pukul 22.39 WIB, proses evakuasi korban masih berlangsung. Evakuasi para penumpang tampak difokuskan di gerbong KRL. Sementara itu, Hendri, penumpang KRL rute Bekasi–Jakarta, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan ketika kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi.

"Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya," ujar Hendri, dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.

Sebelum kejadian, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB. Hendri menuturkan, KRL tersebut berhenti cukup lama karena adanya perlintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun.

“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri.

 

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.

“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya.

Hendri mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kondisi panik di dalam rangkaian kereta. Ia menyebut muncul asap tebal setelah benturan keras terjadi.

“Sekitar jam 8. Karena itu berasap, tabrakan kencang. Saya tinggal lari,” kata dia.

Ia juga menggambarkan suasana saat kejadian, di mana sirene langsung berbunyi dan kondisi sekitar dipenuhi kepanikan.

“Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” ujarnya.

Setelah insiden itu, proses evakuasi segera dilakukan di lokasi. Hendri menyebut sejumlah ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari tempat kejadian.

“Sudah ada 35 ambulans yang bawa korban kecelakaan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Maksus (39), warga Tambun, Bekasi, mengaku berhasil selamat dari kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, setelah sempat turun dari gerbong beberapa saat sebelum benturan terjadi.

Ia menuturkan, rangkaian KRL yang awalnya berhenti mendadak melaju cepat sebelum terdengar suara keras dan lampu kereta padam.

Saat kejadian, Maksus mengatakan dirinya baru saja turun dari gerbong nomor 6 KRL yang ia tumpangi. Awalnya, kereta tiba di Stasiun Bekasi Timur untuk menurunkan penumpang, lalu kembali bergerak guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tambun.

 

Namun, setelah berjalan sekitar tiga meter, KRL kembali berhenti. Penumpang kemudian mendapat kabar bahwa ada insiden pada rangkaian kereta di depan.

"Itu ada mobil yang katanya keserempet di depan. Keserempet apa berhenti lah gitu kan? Saat itu saya juga enggak tahu pasti," ujar Maksus, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Maksus, kereta tertahan sekitar dua menit. Karena banyak penumpang turun, ia ikut turun ke peron untuk melihat kondisi di depan.

"Saya kepo ikut turun tuh, yang lain-lain pada turun, nah saya turun juga ke peron mau lihat ke depan. Tapi kok tidak keliatan juga mobilnya yang keserempet KRL," katanya.

"Nah terus saya balik lagi dong, cuma sebentar doang balik lagi," tutur Maksus.

Ia kemudian hendak kembali ke gerbong 6. Saat baru memutar badan dan berjalan beberapa langkah menuju gerbongnya, rangkaian KRL yang sebelumnya berhenti tiba-tiba bergerak cepat.

"Baru saya melangkah berapa langkah, kereta jalan sendiri tapi kenceng. Tiba-tiba duss !! Lampu KRL mati," tutur Maksus.

"Lalu terlihat ada dua gerbong berjalan cepat melewati peron. Baru sadar ternyata ada KA jarak jauh nyundul (KRL dari belakang)," lanjutnya.

Maksus mengatakan, lokomotif KA jarak jauh terus mendorong rangkaian KRL yang sebelumnya ditumpanginya. Lokomotif bahkan masuk hingga setengah gerbong paling belakang.

"Gerbong yang terkena (tabrakan) paling parah itu gerbong 12, atau gerbong khusus perempuan dan gerbong 11," kata Maksus.

"Ada yang tadi (penumpang) nyangkut di atas gitu kan, ada yang ke bawah juga. Saya sudah nggak tega lihatnya," jelasnya.

 

Ia juga melihat lampu-lampu di gerbong yang tertabrak berjatuhan. Akibatnya, aliran listrik terputus dan rangkaian KRL menjadi gelap gulita.

Melihat peristiwa tersebut, Maksus mengaku tubuhnya gemetar. Ia bersyukur sempat turun dari gerbong meski awalnya hanya ikut-ikutan penumpang lain.

"Ya Allah untung aja tadi keluar. Habis itu saya mau ngambil HP aja sampai gemeteran," tutur Maksus.

"Meski di peron 6, bisa saja kalau saya tetap di dalam ikut tergencet, terbentur atau luka," ucapnya.

Ia menyampaikan, kondisi KRL sebenarnya cukup lengang karena sebagian penumpang sudah turun lebih dulu. Penumpang yang masih berada di dalam umumnya menuju stasiun akhir seperti Tambun, Cibitung, dan Cikarang.

Meski begitu, penumpang di gerbong 11 dan 12 disebut mengalami dampak paling parah. Beberapa di antaranya bahkan terlihat terjepit akibat dorongan lokomotif.

"Tapi itu kan posisinya tersundul. Mereka kondisinya naik ke atas karena tersundul lokomotif," tutur Maksud.

"Habis itu saya ikut membantu menolong penumpang yang menjadi korban terdampak tabrakan. Mereka ada yang terluka parah, ada yang sudah pingsan," katanya.

Penumpang KRL lain, Hafidz menuturkan, benturan antara kedua kereta berlangsung sangat keras. Ia menjelaskan, sebelum insiden utama terjadi, KRL lebih dulu mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah taksi online.

Setelah kejadian tersebut, rangkaian KRL sempat berhenti di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu sinyal aman untuk kembali melanjutkan perjalanan.

"KRL saya saat itu sedang menunggu sinyal aman di Stasiun Bekasi Timur sebab di depan ada mobil yang ditabrak kereta api lain," ujar Hafidz, dikutip dari TribunJatim.com.

 

Namun, lanjut Hafidz, di luar dugaan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA jarak jauh.

"Kecepatannya benar-benar terasa kencang sekali," ujarnya.

Kecelakaan terjadi antara KRL tujuan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB. Lokasi insiden berada di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Hingga lewat tengah malam, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan tersebut tercatat empat orang penumpang KRL.

Sebanyak 38 penumpang lainnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan telah berhasil dievakuasi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lepas Perkenalkan 3 Mobil Baru, Ada BEV Sampai Hybrid
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Dilantik Jadi Kepala Bakom, Berikut Profil Muhammad Qodari
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Kantor Pertanahan Jakpus Buka Rekrutmen Tenaga Pendukung Petugas Pemetaan 2026, Ini Syaratnya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Ambisi KEK Finansial, Ekonom Wanti-Wanti Pencucian Uang hingga Benturan Hukum
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Anak Menikah Sampai Gak Bisa Hadir, Apa Pekerjaan Ayah Kandung Syifa Hadju?
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.