Prabowo Tinjau Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Investigasi Segera Dilakukan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BEKASI — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, menyusul insiden tabrakan antara kereta commuter line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Dalam keterangannya, Presiden Ke-8 RI itu menyampaikan rasa duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan.

“Tentunya kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan bela sungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi,” ujar Prabowo di lokasi pada Selasa (28/4/2026).

Kepala negara juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum dijaga dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama di wilayah padat seperti Bekasi. Pemerintah daerah setempat telah mengusulkan pembangunan flyover untuk mengurangi risiko kecelakaan, dan usulan tersebut telah disetujui.

“Bekasi ini padat, kebutuhan kereta api sangat penting dan mendesak. Saya sudah setujui segera dibangun flyover dengan dukungan pemerintah pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang membutuhkan pembenahan, banyak di antaranya telah ada sejak era kolonial. Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki seluruh titik tersebut, baik dengan pembangunan pos penjagaan maupun flyover.

Baca Juga

  • Daftar 13 Perjalanan KA yang Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
  • Update Korban Tabrakan Kereta di Bekasi: 6 Meninggal Dunia, 80 Luka-luka

Program perbaikan ini diperkirakan menelan anggaran hingga hampir Rp4 triliun. Presiden menegaskan bahwa langkah tersebut penting demi keselamatan masyarakat serta mendukung peran vital transportasi kereta api di Indonesia.

Terkait korban, Presiden menyebut sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis yang baik. Dari sekitar 60 korban luka, sebanyak 54 orang dilaporkan sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan.

Pemerintah juga memastikan seluruh korban akan menerima kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Semua ada kompensasinya," pungkas Prabowo.

Langkah cepat ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan meningkatkan standar keselamatan di perlintasan kereta api nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi X DPR Soal Prodi Keguruan Mau Dihapus: Lebih Baik Transformasi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Sahroni Nasdem: Kami Dukung
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Teror Penebok Bangkit dari Lonceng Keramat dan Siap Tebar Maut Tanpa Ampun!
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Buron Lima Tahun, Terpidana Kasus KDRT Ditangkap Kejari Surabaya
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Dirut KAI: Evakuasi Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Berjalan Hati-hati
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.