WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan pihaknya tidak akan menerima perjanjian dengan Iran tanpa komitmen Teheran untuk menghentikan program nuklirnya.
Hal tersebut disampaikan Rubio usai Iran mengirimkan proposal perdamaian baru kepada AS, Senin (27/4/2026). Proposal ini dilaporkan dikirimkan Iran melalui Pakistan.
Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan untuk membuka blokade Selat Hormuz yang telah berlangsung sejak awal perang. Sebagai gantinya, Iran menuntut AS mencabut blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran dan tidak membahas program nuklir hingga setelah perang berakhir.
"Kami tidak bisa membiarkan mereka dengan itu (program nuklir)," kata Rubio dalam wawancara bersama Fox News, seperti dilansir AP, Senin (27/4/2026).
"Kami harus memastikan setiap perjanjian yang dibuat, setiap kesepakatan yang dibuat, akan mencegah mereka dari mendapatkan senjata nuklir kapan pun."
Baca Juga: Bertemu Abbas Araghchi, Putin Janji Rusia Bakal Terus Dukung Iran untuk Capai Perdamaian
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Iran mengirimkan proposal "yang jauh lebih baik." Namun, Trump tidak menyampaikan posisi AS terhadap proposal tersebut.
Trump sebatas menegaskan pihaknya tidak akan membolehkan Iran "memiliki senjata nuklir," kendati Teheran menyatakan program nuklirnya sebatas untuk tujuan damai.
Pemerintah Iran dan AS diketahui belum kembali berunding setelah Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak pada pekan lalu.
Iran dan AS masih berselisih mengenai program nuklir dan blokade di Selat Hormuz. Teheran diketahui memblokade perairan tersebut sejak awal perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke wilayahnya pada 28 Februari lalu.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- perundingan as iran
- perang iran
- blokade selat hormuz
- program nuklir iran
- donald Trump
- iran





