Evaluasi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Presiden Perintahkan Perbaikan 1.800 Perlintasan Sebidang

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

KOTA BEKASI, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi. Selain memastikan penanganan medis, Presiden menginstruksikan pembenahan 1.800 perlintasan sebidang di seluruh Pulau Jawa, termasuk pembangunan jalan layang atau flyover untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Presiden Prabowo Subianto tiba di RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 08.39 WIB, didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. Kunjungan ini dilakukan pascatabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Senin malam.

"Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang terjadi. Saya ucapkan belasungkawa terutama pribadi, terutama pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi terjadinya bagaimana," ujar Presiden seusai melihat langsung kondisi korban yang tengah dirawat.

Presiden menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pemisah jalur di wilayah padat penduduk untuk mencegah tragedi serupa. Khusus untuk Kota Bekasi, ia telah menyetujui percepatan pembangunan jembatan layang (flyover) di titik-titik rawan. Hal ini mengingat tabrakan kereta didahului oleh insiden KRL Commuter Line yang menemper satu unit taksi di perlintasan sebidang Bulak Kapal sebelum akhirnya tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.

"Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," katanya.

Baca JugaSejumlah Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat, MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian

Pembehanan perlintasan sebidang di Kota Bekasi ini menjadi bagian dari rencana besar pemerintah membenahi 1.800 titik perlintasan sebidang di Pulau Jawa. Mayoritas titik tersebut merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang belum tertangani optimal selama puluhan tahun.

Pemerintah pun menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun untuk pembenahan tersebut. Skema perbaikan mencakup penguatan patroli penjagaan maupun pembangunan flyover secara bertahap.

"Kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan patroli jaga atau dengan flyover. Nanti pelaksanaannya kita tunjuk," tutur Presiden.

Hingga Selasa pukul 06.30 WIB, tercatat tujuh korban meninggal dunia dan 81 orang berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta. Proses evakuasi dilakukan secara intensif sejak Senin malam, termasuk upaya penyelamatan terhadap korban yang sempat terjebak di dalam gerbong.

"Hampir semuanya sudah ditangani yang saya lihat ya, sudah ditangani dengan baik. Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus," kata Presiden.

Mensesneg Prasetyo Hadi menambahkan, kunjungan ini dilakukan Presiden di sela agenda kunjungan kerja ke luar kota. Selain menjenguk korban, Presiden juga berdiskusi dengan kepala rumah sakit mengenai kebutuhan peralatan medis.

"Beliau (Presiden) menyempatkan untuk sedikit berdiskusi mendengarkan masukan dari kepala rumah sakit terhadap penanganan korban dan kebutuhan peralatan-peralatan di rumah sakit," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, Presiden juga sempat mengecek detail teknis terkait tahun pembuatan rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap teknologi transportasi rel di Indonesia.

"Beliau (Presiden) memutuskan untuk kita diminta menangani kurang lebih ada 1.800 perlintasan kereta api yang harus dijaga atau dibuatkan semacam flyover untuk memastikan jalur-jalur tersebut aman," lanjutnya.

Terkait insiden di Bekasi Timur, Prasetyo menyebutkan bahwa padatnya arus lalu lintas di titik perlintasan menjadi salah satu faktor yang dilaporkan kepada Presiden. Presiden pun menginstruksikan langkah solusi segera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasional KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Kembali Normal
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Klarifikasi Taksi Green SM usai Diduga Picu Tabrakan KRL di Bekasi
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Klasemen Liga Spanyol Terbaru: Barcelona Kian Tak Terkejar, Sevilla Terancam Degradasi
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Media Sosial dan Pabrikasi Krisis Tanpa Aba-Aba
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hermanto Oriep Minta Penahanan Kota, Korban: Akal-akalan Terdakwa untuk Hindari Proses Hukum
• 18 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.