JAKARTA, KOMPAS.com — PT Food Station Tjipinang Jaya mengakui saat ini menjual beras dalam kondisi merugi karena biaya produksi telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dampak dari kondisi tersebut, pasokan beras ke ritel modern mulai ditahan dan berpotensi menyebabkan kekosongan stok di pasaran.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta, Senin (27/4/2026).
“Sekarang cost production kami itu sudah di atas HET. Jadi kalau kami jual, ya rugi,” ujar Dodot, Senin.
Baca juga: Terjepit Biaya Produksi, Food Station Usul Penyesuaian HET Beras di Jakarta
Biaya produksi melonjak
Dodot menjelaskan, lonjakan biaya produksi dipicu oleh kenaikan harga gabah serta berbagai komponen lain, termasuk bahan baku kemasan.
Ia menyebutkan, harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan hingga hampir dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
“Jadi sudah hampir dua kali lipat dan ini naiknya sudah 84 persen. Ini tidak hanya di industri beras, tapi semua industri yang memakai bahan baku plastik,” jelasnya.
Selain itu, harga gabah di pasar saat ini mencapai sekitar Rp 7.500 per kilogram. Jika dikonversi menjadi beras, biaya produksinya bisa menyentuh Rp 15.000 per kilogram.
Sementara itu, harga jual dibatasi pada angka maksimal Rp 14.900 per kilogram, bahkan di ritel modern hanya sekitar Rp 14.700 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat Food Station memutuskan untuk sementara menahan pasokan beras ke ritel modern seperti minimarket dan supermarket.
Permintaan dari sejumlah jaringan ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan Superindo pun belum dipenuhi karena dinilai berpotensi memperbesar kerugian perusahaan.
“Permintaan dari Indomaret, Alfamart, kemudian Superindo, kami masih pending dulu, karena kalau kami penuhi, rugi pak rugi,” ungkap Dodot.
Ia memperingatkan, jika kondisi ini berlanjut, maka beras di ritel modern berpotensi mengalami kekosongan.
“Impactnya nantinya adalah beras di modern trade itu nantinya kosong,” kata dia.
Baca juga: Dirut Food Station Wanti-wanti Stok Beras di Ritel Modern Terancam Kosong