Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penurunan.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 28 April 2026, rupiah hingga pukul 10.48 WIB berada di level Rp17.238 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 27 poin atau setara 0,16 persen dari Rp17.211 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.230 per USD. Rupiah turun tipis delapan poin atau setara 0,05 persen dari Rp17.222 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.210 per USD hingga Rp17.260 per USD," jelas Ibrahim.
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp17.211, Harapan Damai AS-Iran Redakan Tekanan Pasar Global AS-Iran negosiasi perdamaian lagi
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pedagang yang mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan dilaporkan akan tiba di Islamabad pada Jumat malam untuk membahas proposal untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah pembicaraan gagal awal pekan ini.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran. Kemudian, Trump mengatakan Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS.
Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut.
"Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti," jelas Ibrahim.
(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Peringkat utang Indonesia stabil
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, lembaga pemeringkat utang atau kredit global Moody's telah mengumumkan rating untuk beberapa negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, Moody's mengumumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI sejak Februari 2026.
Hasilnya adalah peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak diinvestasi), namun dengan outlook rating direvisi dari stabil menjadi negatif.
Dengan catatan ini, Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyatakan apresiasi terhadap asesmen Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif dan akan terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah terus memastikan setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan.
"Selain itu, dengan komitmen dan konsistensi kebijakan yang ada, pemerintah optimis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan bisa mensejahterakan rakyat," papar Ibrahim.




