FAJAR, MAKASSAR — Selain fokus pada isu lingkungan dan infrastruktur, kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Jepang juga diarahkan pada penguatan hubungan antar generasi muda melalui program pertukaran pelajar.
Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia, Ohashi Koichi menilai program tersebut penting sebagai upaya membangun pemahaman, pertukaran pengetahuan, serta mempererat hubungan kedua negara di masa depan.
“Kami sangat gembira dengan rencana pertukaran pelajar ini. Generasi muda Indonesia dan Jepang perlu saling bertukar wawasan dan memperkuat hubungan sebagai mitra,” tuturnya.
Pertemuan antara kedua pihak ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas jejaring global, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah dan kota-kota di Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi muda melalui akses pendidikan dan pengalaman global.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama yang memberikan dampak positif, baik dalam penanganan lingkungan, infrastruktur, maupun pengembangan SDM lewat pertukaran pelajar,” jelas Munafri. (*)





