PAM JAYA Gandeng Investor Global, Targetkan Air Bersih 100 Persen

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM JAYA memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih berkelanjutan. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International guna mendukung pengembangan infrastruktur air minum di Ibu Kota.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan layanan air bersih di Jakarta yang semakin kompleks.

Menurutnya, arahan Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya pemenuhan layanan dasar secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. Karena itu, PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum hingga 100 persen bagi seluruh warga Jakarta. Hal itu disampaikannya di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 27 April 2026.

"Untuk mencapai target tersebut, kami perlu bermitra dengan pihak yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," ujar Arief dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.

Sebagai langkah awal, PAM JAYA dan Bin Zayed International telah menandatangani non-disclosure agreement (NDA). Kesepakatan ini membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih lanjut terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara pihak Bin Zayed International dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota. Pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi terkait peluang pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Arief menjelaskan, tantangan PAM JAYA tidak hanya pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Persoalan ini menjadi kompleks mengingat kondisi Jakarta sebagai kota padat dengan jaringan utilitas bawah tanah yang dinamis.

"Pengurangan NRW menjadi pekerjaan besar. Dibutuhkan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional agar penanganannya lebih efektif," jelasnya.

Selain pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyatakan minat terhadap proyek infrastruktur strategis lain di Jakarta, termasuk pembangunan Giant Sea Wall. Ketertarikan ini dinilai sejalan dengan upaya transformasi Jakarta sebagai kota global dengan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.

Kemudian Arief menegaskan, penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas, melainkan pintu awal untuk memastikan kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang.

"PAM JAYA tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, dengan kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," tegasnya.

Selain dengan Bin Zayed International, PAM JAYA juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara seperti Turki dan Swiss untuk pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan air bersih di Jakarta.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gugat ke MK, Akademisi Minta MBG Tak Masuk Anggaran Pendidikan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Puncak Musim Kemarau di Temanggung pada Agustus 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kecelakaan Kereta, KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL, Dentuman Keras Bikin Panik Penumpang
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Komnas HAM Menilai Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Pelanggaran HAM Serius dan Desak Pembentukan Tim Gabungan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo ke Rocky Gerung di Istana: Ternyata Masih Disiden
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.