BANDUNG, KOMPAS-Sebanyak 21 perjalanan kereta yang melintas di Jawa Barat dibatalkan akibat tumburan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan data KAI, tercatat empat perjalanan yang dibatalkan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dan 17 perjalanan di Daop 3 Cirebon.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, pembatalan perjalanan sudah dilakukan sejak Senin Malam. Saat itu, dua perjalanan KA Parahyangan 139B dan KA Parahyangan 140 B batal berangkat. Kereta itu melayani rute Gambir-Bandung.
Selanjutnya, pada Selasa, KA Parahyangan 137 dan KA Parahyangan 138 juga dibatalkan.
“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terdampak, " kata Kuswardoyo, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, KAI bersama seluruh unsur terkait tengah melakukan langkah-langkah penanganan. Hal ini guna memulihkan kondisi operasional perjalanan kereta api secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menuturkan, kecelakaan membuat perjalanan 17 kereta dibatalkan dan 18 perjalanan lainnya terlambat.
"Dari 18 perjalanan yang terlambat, tiga menuju Jawa dan 15 lainnya ke Jakarta, " ucapnya.
Sebelumnya, tumburan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi dan rangkaian KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, pukul 20.52 WIB. Sejauh ini, kecelakaan menewaskan 14 penumpang KRL. Proses evakuasi korban dan bagian kereta masih dilakukan.





