Pantau - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan perlintasan sebidang kereta api yang dinilai darurat setelah kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4).
Perlintasan Sebidang Dinilai Rawan KecelakaanLasarus menilai ribuan perlintasan sebidang di Indonesia masih menjadi sumber kecelakaan karena belum tertangani secara optimal selama bertahun-tahun.
"Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut belum tertangani dengan baik," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jalur kereta api seharusnya steril dari hambatan sebagaimana diterapkan di banyak negara lain.
“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” katanya.
Data dan Dampak Kecelakaan BekasiBerdasarkan data PT KAI tahun 2025, terdapat 3.703 titik perlintasan sebidang yang terdiri dari 2.776 terdaftar dan 927 tidak terdaftar.
Lasarus menyampaikan duka cita atas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Ia juga meminta petugas di lapangan memprioritaskan penanganan korban secara maksimal.
“Selaku pimpinan Komisi V DPR menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan tersebut. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal,” ujarnya.
Pemerintah didorong segera mengambil langkah konkret agar risiko kecelakaan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.




