Pangkalpinang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan di Bangka sangat tinggi.
"Bangka ini termasuk kabupaten rawan karhutla di Babel saat musim kemarau," kata Suherman di Bangka, Selasa, 28 April 2026.
Ia menyebutkan sejumlah wilayah rawan karhutla di Bangka berada di Belinyu, Bakem, Puding, dan Lintas Timur Bangka.
"Paling rawan di lintas timur Bangka, karena saat kemarau, hampir setiap minggu ada lahan yang terbakar," ujarnya.
Baca Juga :
Jember Siaga Darurat Kekeringan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Diakui Suherman, karhutla yang terjadi di Bangka tidak seluas di Sumatra."Di Bangka ini kebakaran hanya lahan dan tidak luas sehingga mudah untuk dipadamkan, terlebih bukan lahan gambut," terangnya.
Menurut dia, data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat luas karhutla di Bangka hingga saat ini sudah mencapai 60 hektare yang tersebar di sejumlah titik.
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. MGN.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membakar lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Cuaca seperti sekarang ini, kami imbau warga jangan bakar sampah sembarangan dan jangan buang puting rokok sembarangan," ucapnya.




