Menhub Sebut Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Pelajaran, Akan Evaluasi Total

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur jadi pelajaran untuk memperbaiki layanan transportasi kereta api di Indonesia. Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan mengatakan setelah semua penanganan selesai, pihaknya bersama stakeholder terkait akan mengevaluasi kasus kecelakaan tersebut secara menyeluruh.

“Kami prihatin dan ini menjadi pelajaran yang penting buat kami, sehingga harapan kami bahwa kita bisa belajar dari apa yang terjadi pada kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini. Dan menjadi pelajaran buat kami untuk memperbaiki layanan kereta api kita,” kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Dudy juga menyampaikan turut berduka kepada korban kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

“Pertama-tama, sekali lagi kami ingin mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya beberapa penumpang kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini. Dan juga kami mendoakan agar para korban atau saudara-saudara kita yang mengalami luka-luka dapat segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Diketahui, total korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka. Dinyatakan 100 persen korban yang dievakuasi adalah perempuan dan dewasa.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, dan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka, juga biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

Sementara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan, operasi Operasi SAR (Search and Rescue)  di Stasiun Bekasi Timur telah selesai dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.00 WIB. Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan sudah tidak ada korban yang ditemukan dan seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit.

“Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai. Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” kata Syafii.

Total korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur adalah 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka.

“Seluruh korban yang kita evakuasi baik itu secara langsung maupun dengan ekstrikasi, semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.(lea/lta/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Ungkap Potensi Awan Cumulonimbus 29 April-5 Mei 2026, Zona Cuaca Ekstrem Menguat di Jawa
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI Buka Posko Darurat dan Call Center 121 untuk Keluarga Korban
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Angga Raka Pamitan dari Badan Komunikasi Pemerintah
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Transjakarta Operasikan Shuttle Bekasi Timur–Bekasi Imbas Kecelakaan Kereta Api
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Update Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Selasa Pagi: 7 Orang Meninggal Dunia, 81 Luka-Luka
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.