Penembakan di Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Tersangka Diduga Menargetkan Trump dan Pejabat Pemerintah

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pejabat Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche pada 26 April menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal atas penembakan di jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih menunjukkan tersangka diduga menargetkan pejabat pemerintahan Donald Trump.

Tersangka dijadwalkan menghadapi dua dakwaan federal pada Senin (27 April). Sementara itu, sebuah dokumen terkait tersangka juga telah terungkap ke publik. Presiden Trump menyebut malam itu sebagai malam yang menyedihkan dan mengecam kebencian dalam diri pelaku. Dalam insiden tersebut, seorang petugas penegak hukum yang mengenakan rompi antipeluru dan tertembak kini telah keluar dari rumah sakit.

Blanche menyebut, tersangka berusia 31 tahun, Cole Allen, diduga menargetkan Presiden Trump dan para pejabat pemerintah.

“Kami masih dalam tahap awal penyelidikan untuk memahami motifnya, namun memang terlihat bahwa tersangka tampaknya menargetkan pejabat pemerintah,” katanya. 

Menurut laporan The Wall Street Journal, bukti terkait berasal dari sebuah dokumen sekitar 1.000 kata yang telah dikonfirmasi berkaitan dengan tersangka. Dalam dokumen tersebut, tersangka menyebut dirinya sebagai “pembunuh federal yang ramah” dan menganggap adanya celah keamanan di hotel, yang memungkinkannya membawa senjata api ke dalam lokasi jamuan makan malam tempat Presiden Trump dijadwalkan berpidato.

Blanche menambahkan, “Dia adalah terdakwa, dan besok pagi akan didakwa dengan dua tuduhan: menyerang petugas penegak hukum federal, serta menggunakan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan. Tindak kejahatan dasar dalam kasus ini adalah penyerangan. Apakah akan ada dakwaan tambahan dalam beberapa hari atau minggu ke depan masih harus dilihat, tergantung pada bukti yang kami kumpulkan sejak semalam dan yang akan terus dikumpulkan.”

Penyidik mengungkapkan bahwa tersangka berasal dari Torrance, California. Ia melakukan perjalanan dari Los Angeles dengan kereta, melalui Chicago, menuju Washington, dan pada 24 April menginap di hotel Washington Hilton tempat jamuan makan malam tersebut berlangsung. Polisi menemukan dua senjata api dan beberapa pisau dari dirinya.

Presiden Donald Trump pada 26 April mengatakan bahwa dirinya dan Ibu Negara dalam keadaan selamat, namun insiden penembakan itu menjadikan malam tersebut penuh kesedihan.

Trump mengatakan, “Dia (Ibu Negara) baik-baik saja, saya juga tidak apa-apa. Ini adalah malam yang sangat menyedihkan dalam banyak hal.”

Trump juga menyatakan bahwa tersangka telah lama menyimpan kebencian, dan menyebut “manifesto” pelaku menunjukkan kebencian terhadap umat Kristen.

Trump berkata, “Jika Anda membaca manifestonya, Anda akan melihat dia membenci umat Kristen. Itu sangat jelas. Dia membenci umat Kristen… jadi dia adalah orang dengan masalah yang sangat serius.”

Selain itu, Trump juga menulis bahwa insiden ini menyoroti pentingnya membangun ruang perjamuan dengan tingkat keamanan tinggi di Gedung Putih, serta meminta agar proses hukum tidak menghambat pembangunan tersebut.

Setelah kejadian, para pemimpin dunia turut menyampaikan dukungan kepada Trump dan mengecam aksi kekerasan pelaku.

Reporter NTD Television Zheng Shengxun melaporkan dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari ke-8 Operasional Haji, 40.796 Jemaah Indonesia Diberangkatkan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Survei Finetiks: 56% Karyawan Tidak Punya Dana Darurat
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Airlangga Siapkan Family Office di Bali, Stimulus Ekonomi Segera Dibahas
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Penumpang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL karena Sempat Keluar Gerbong
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Transjakarta sediakan bus dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.