Pasar Hunian Makin Kompetitif, Lixil Dorong Inovasi dan Kolaborasi Industri

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lixil memperkuat posisinya di pasar Indonesia dengan membangun kolaborasi bersama arsitek, developer, interior designer, dan pelaku industri kreatif. Strategi ini ditempuh untuk menangkap peluang pertumbuhan sektor hunian dan properti, sekaligus memperluas ekosistem bisnis berbasis inovasi serta keberlanjutan.

Perusahaan global di bidang solusi air dan hunian itu menilai kualitas ruang hidup tidak lagi dibentuk hanya dari produk, melainkan dari integrasi desain, riset, teknologi, dan pemahaman terhadap isu lingkungan.

Marketing Director Lixil Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan kolaborasi kini menjadi standar baru dalam industri.

“Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik. Lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, strategi tersebut memperlihatkan upaya Lixil memperkuat rantai nilai di sektor properti dan konstruksi, terutama saat pelaku industri membutuhkan diferensiasi produk dan solusi yang relevan dengan tren keberlanjutan.

Dalam ajang ARCH:ID 2026, Lixil menghadirkan Paviliun OASE bertema Architecture in the Water Cycle. Paviliun ini digarap bersama Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio.

Melalui konsep tersebut, Lixil tidak hanya memasarkan produk, tetapi membangun positioning sebagai pemain yang menguasai isu sanitasi, tata kota, dan desain masa depan. Strategi semacam ini penting untuk memperkuat merek di segmen premium dan profesional.

Lixil juga menyoroti potensi ekonomi dari sektor sanitasi global. Perusahaan menyebut masih ada 3,4 miliar orang di dunia yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hingga kini, Lixil mengklaim telah membantu meningkatkan akses sanitasi bagi 103 juta orang.

Perusahaan menambahkan setiap investasi US$1 di sektor sanitasi dapat menghasilkan dampak ekonomi hingga US$5 melalui peningkatan produktivitas dan kesehatan masyarakat.

Garap Talenta dan Jaringan Industri

Selain ekspansi merek, Lixil juga menyiapkan investasi jangka panjang melalui platform LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan Lixil Day of Architecture & Design (LDAD).

Kedua program tersebut diarahkan untuk membangun jejaring profesional, membuka akses ide baru, sekaligus memperkuat loyalitas komunitas desain terhadap ekosistem Lixil.

LADC 2026 akan dibuka 18 Mei hingga 5 Juli 2026, sementara LDAD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Jakarta dengan menghadirkan pembicara internasional dan nasional.

“LADC dan LDAD tahun ini kembali hadir sebagai wadah bertemunya berbagai perspektif untuk membentuk diskursus arsitektur yang lebih kaya,” kata Arfindi.

Di tengah persaingan industri bahan bangunan dan perlengkapan hunian, langkah Lixil menunjukkan pergeseran strategi dari sekadar penjualan produk menuju pembangunan komunitas, edukasi pasar, dan penciptaan permintaan jangka panjang di sektor properti Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update: 19 Perjalanan KA Dibatalkan Hari Ini Imbas KRL Vs KA Argo Bromo
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Terkerek Nafta, Harga Minyak Goreng Premium Berpotensi Makin Mahal
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Media Vietnam Klaim AFC Tak Produksi dan Siarkan Penyisihan Grup Piala Asia U-17 2026, Termasuk Timnas Indonesia U-17
• 2 jam lalubola.com
thumb
Antisipasi Temuan Body Part, Pembersihan Bangkai Kereta Bekasi Timur Dilakukan Hati-hati
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Masinis Argo Bromo Terlibat Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur Selamat
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.