Pada kasus BNBR, area support tersebut terlihat cukup kuat, menandakan adanya akumulasi oleh pelaku pasar.
IDXChannel - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah sibuk dalam rencananya mempersiapkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), atau rights issue.
Tak tanggung-tanggung, aksi korporasi tersebut disiapkan dalam nilai besar, sehingga diyakini bakal memperkuat struktur permodalan sekaligus mendorong ekspansi bisnis di berbagai lini usaha.
Rencananya, hasil dana yang diraup dari proses rights issue bakal digunakan BNBR untuk menurunkan beban utang, meningkatkan likuiditas, serta mendukung pengembangan bisnis, khususnya di sektor energi dan infrastruktur.
"Tentu kabar (rights issue) ini menarik, dan jadi semakin menarik karena secara teknikal, pola grafik saham ini juga terindikasi membentuk double bottom, yang umumnya dianggap sebagai sinyal pembalikan arah dari tren turun ke tren naik," ujar Analis Pasar Modal, Purwito Prasetyo, dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
Secara teknikal, menurut Purwito, pola double bottom terbentuk ketika harga menyentuh level support yang sama sebanyak dua kali dan gagal menembus lebih rendah. Pada kasus BNBR, area support tersebut terlihat cukup kuat, menandakan adanya akumulasi oleh pelaku pasar.
Saat ini, harga saham BNBR disebut berada dalam fase konsolidasi (rest) di bawah area resistance kunci atau yang biasa disebut neckline. Fase ini sering kali menjadi periode 'pengumpulan tenaga' sebelum terjadi pergerakan signifikan.
"Jika harga mampu menembus (breakout) area resistance tersebut dengan volume transaksi yang meningkat, maka peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka," ujar Purwito.
Target kenaikan secara teknikal biasanya diukur setara dengan tinggi pola double bottom yang terbentuk sebelumnya.
Kombinasi antara sentimen fundamental dari rencana right issue jumbo dan dukungan sinyal teknikal ini menjadikan BNBR sebagai salah satu saham yang patut dicermati dalam waktu dekat.
"Ditambah dengan adanya akumulasi masif dari smart money dan asing, maka saham BNBR berpotensi untuk breakout dari patern double bottomnya," ujar Purwito.





