Usai Kecelakaan Kereta, AHY Minta Perlintasan Sebidang Bekasi Dihapus dan Percepat Flyover

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai perlintasan sebidang sebagai masalah utama yang harus segera ditangani dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan antara rel kereta dan jalan raya. Kondisi ini dinilai berbahaya, apalagi di daerah padat seperti Bekasi yang memiliki lalu lintas kendaraan dan perjalanan KRL yang tinggi.

"Sebenarnya kita sudah mengidentifikasi sejak awal bahwa masih cukup banyak perlintasan sebidang. Di mana rel kereta ini juga bersamaan dengan jalur transportasi darat," kata Menko AHY saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Sebagai langkah cepat untuk mencegah korban lagi, AHY meminta penjagaan diperketat di setiap perlintasan.

"Kita harus memastikan setiap titik perlintasan kereta itu harus ada pengamanan, harus ada petugas yang menjaga," tegasnya.

Namun, untuk jangka panjang, penjagaan saja tidak cukup. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bekasi berencana membangun jalan layang (flyover) agar tidak ada lagi perlintasan langsung antara jalan dan rel.

"Karena padat sekali, bukan hanya telah mengakibatkan kemacetan yang parah dalam traffic sehari-hari tapi juga tadi berpotensi pada bahaya yang menyebabkan maut," ucapnya.

AHY juga menyadari pembangunan flyover membutuhkan waktu, terutama untuk pembebasan lahan dan penataan kota. Meski begitu, ia ingin prosesnya dipercepat.

"Saya minta dan saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya. Karena memang misalnya untuk membangun flyover sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang, ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya," tambah AHY.

Pemerintah akan menjadikan tragedi ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh sistem transportasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Terkait dengan situasi yang menyebabkan kecelakaan seperti ini benar-benar harus kita lakukan pembenahan secara menyeluruh. Sistemnya, teknologinya, tata kelolanya, kemudian emergency response terhadap situasi," tutupnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrakan Maut KRL & KA Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Berawal dari Taksi Online Listrik
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
Perkuat Tata Kelola Risiko Iklim, IIF Gandeng CPI dalam Upaya Implementasi CRMS
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Basarnas Ungkap Alasan Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta yang Masih Terjepit Makan Waktu Lama
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Massa Unjuk Rasa Aliansi Dobrak Penuhi Jalan Menuju Gedung DPRD Jatim
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Akses Wisata Baduy Dipermudah, Tiket Bus Rp1
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.