Dalam pengujian tersebut, dua model andalan yakni OSTA P dan Velax U ditantang menempuh rute Bandung–Bogor sejauh lebih dari 150 kilometer hanya dengan satu kali pengisian daya baterai.
Rute ini dipilih karena memiliki karakter jalan yang beragam dan menantang, mulai dari jalur menanjak di kawasan Puncak hingga lintasan ekstrem di Sasak Rajamandala. Kondisi tersebut dinilai menjadi tolok ukur nyata untuk menguji efisiensi energi, daya tahan baterai, serta stabilitas kendaraan listrik.
“Kami ingin membuktikan, bahwa sepeda motor listrik saat ini penggunaannya tak hanya sebatas untuk penggunaan perkotaan. Namun mumpuni untuk perjalanan antarkota,” Ujar VP & GM Penjualan dan Pemasaran Yadea Indonesia, Andy Luo, melalui keterangan resminya. Baca Juga:
Deepal L06 Dilengkapi LiDAR & Jarak Tempuh 670 Km
Pengujian ini sekaligus mempertegas positioning merek asal China itu di pasar kendaraan listrik roda dua sebagai brand yang fokus pada pengembangan motor listrik jarak jauh.
Dari sisi teknologi, Yadea mengandalkan sistem AiGO (Intelligent Riding System) yang berfungsi mengoptimalkan manajemen baterai secara real-time. Sistem ini membantu pengendara dalam memantau kondisi daya serta mengatur distribusi energi selama perjalanan agar lebih efisien.
Selain itu, teknologi iControl (Intelligent Control System) turut disematkan untuk meningkatkan kendali dan stabilitas kendaraan. Fitur seperti Traction Control System (TCS) dan Hill Descent Control (HDC) memastikan performa tetap optimal saat melintasi berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan dan turunan curam.
Kombinasi kedua teknologi tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung pencapaian jarak tempuh maksimal sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





