Prabowo Ingin Gunakan Genteng dari Sampah untuk Gentengisasi, Harganya Murah

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menilai, genteng hasil olahan dari sampah plastik yang dibuat oleh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) Banyumas dapat dimanfaatkan untuk program gentengisasi.

Prabowo mengatakan, genteng daur ulang tersebut lebih efektif dan biayanya lebih terjangkau untuk digunakan di program perbaikan rumah.

“Gentengnya lumayan efektif. Gentengnya cukup murah dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah," kata Prabowo usai meninjau TPST BLE di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Proyek Gentengisasi Prabowo: Setiap Rumah Atap Seng Dibantu Rp 3 Juta

"Anggaran perbaikan rumah sekarang, 1 rumah 20 juta (rupiah). Jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4 sampai 5 juta (rupiah) untuk gentengnya,” ujar dia.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya penggunaan material yang lebih sehat dan estetis serta pengurangan penggunaan seng yang dapat berkarat dalam pembangunan rumah.

Menurut dia, pergantian seng dengan genteng dapat memperindah wilayah Indonesia.

“Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni dan pandangannya juga tidak bagus. Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Penanganan Sampah Sekarang Jadi Prioritas Nasional

Sebagai informasi, Presiden Prabowo baru saja mengecek langsung TPST BLE di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).

Dalam kunjungannya ini, Prabowo mendapat penjelasan dari pihak pengelola TPST BLE serta diperlihatkan sejumlah produk olahan seperti genteng plastik, paving blok, hingga biji plastik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ini produk plastik kita, plastik yang low value yang tidak laku dijual, dijadikan paving, ini dijadikan genteng, dilempar genteng ini tidak pecah bapak harganya sekitar 7.000, 8.000. Kalau yang paving ini 2.500," kata pihak pengelola ke Prabowo.

Di kunjungan ini, Prabowo turut didampingi sejumlah menterinya di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Versi Penumpang, Lampu Mendadak Mati hingga Ada Hantaman Keras
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
Polisi Usut Kasus Kekerasan Balita di Daycare Aceh, 1 Pengasuh Diamankan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolrestabes Yogyakarta: Pemilik Sampai Pengasuh Daycare Little Aresha Telah Ditetapkan Tersangka
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tim Investigasi KNKT Diterjunkan ke Lokasi Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.