Kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, menimbulkan korban jiwa dan gangguan besar terhadap operasional kereta api. Korban meninggal dunia tercatat 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Tim gabungan Basarnas, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta sejumlah instansi terkait masih melakukan proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
15 Korban Meninggal, Puluhan LukaDirektur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Stasiun Bekasi Timur Ditutup SementaraAkibat insiden tersebut, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani naik dan turun penumpang. Operasional KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi.
Untuk jalur hilir, KAI menyebut telah dibuka kembali secara terbatas dengan pengaturan operasional tertentu.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ujar Anne.
Korban Dapat Santunan dan Biaya Perawatan DitanggungPemerintah memastikan keluarga korban akan memperoleh bantuan. Ahli waris korban meninggal dunia berhak menerima santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta sesuai ketentuan yang berlaku.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah juga akan melakukan asesmen terhadap keluarga korban agar dukungan lanjutan dapat diberikan.
“Nanti kami akan assessment dan hasil assessment akan ditindaklanjuti dengan dukungan program, mungkin pemberdayaan dan dukungan lain yang diperlukan keluarga korban,” kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa (28/4).
Selain santunan meninggal dunia, korban luka juga berhak atas biaya perawatan maksimal Rp20 juta sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan PMK Nomor 15 Tahun 2017.
13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh DibatalkanDampak kecelakaan juga menjalar ke layanan kereta jarak jauh. PT KAI membatalkan 13 perjalanan KA pada Selasa (28/4).
KAI menyebut penyesuaian perjalanan dilakukan demi keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.
“Pada 28 April 2026, terdapat 13 perjalanan kereta api jarak jauh yang perjalanannya dibatalkan,” tulis KAI dalam keterangan resmi.
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan lain juga berpotensi mengalami keterlambatan akibat rekayasa operasional jalur.
Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi PerlintasanPresiden Prabowo Subianto merespons insiden tersebut dengan meminta evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan perkeretaapian nasional. Pemerintah berencana menata sekitar 1.800 perlintasan kereta api di berbagai daerah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penanganan akan dilakukan melalui pembangunan pos penjagaan maupun flyover di titik rawan.
“Kurang lebih ada 1.800 perlintasan kereta api yang harus dijaga atau dibuatkan semacam flyover,” kata Prasetyo.
Prabowo menyebut pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun demi meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama di Pulau Jawa yang masih banyak memiliki jalur peninggalan lama.
“Pemerintah perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan. Karena ini sangat penting,” ujar Prabowo dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pemerintah menyerahkan investigasi penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Presiden juga meminta langkah pencegahan segera disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang.




