Bisnis.com, BANYUMAS — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat sedang mengkaji potensi pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumhur menuturkan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan limbah MBG adalah jenis limbah cair (waste water), khususnya yang mengandung lemak.
“Ya, lagi dipelajari, karena itu modelnya waste water, waste water plant-nya seperti apa, dan sebagainya. Terutama kan lemak-lemak itu ya,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pengolahan limbah cair memerlukan pendekatan teknologi yang tepat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan lanjutan. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian teknis terhadap sistem pengolahan yang paling sesuai.
Kendati demikian, untuk limbah organik tertentu, peluang pengolahan menjadi kompos tetap terbuka.
“Kalau limbah cairnya relatif bisa dibikin kompos dan sebagainya. Ini lagi di-exercise limbah cair, waste limbah,” ujarnya.
Maggot Masih Tahap Kajian
Terkait penggunaan maggot atau larva lalat sebagai solusi pengurai sampah organik, Jumhur menyebut opsi tersebut belum diputuskan dan masih dalam tahap pendalaman.
Pendekatan ini dinilai potensial karena mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan seperti pakan ternak. Namun, implementasinya tetap memerlukan kajian menyeluruh, terutama dalam pengelolaan limbah cair yang menyertainya.
Pemerintah berupaya mengintegrasikan berbagai metode pengolahan sampah, mulai dari teknologi pengolahan limbah cair hingga solusi berbasis biologis seperti maggot, guna menjawab tantangan peningkatan volume sampah dari program berskala nasional seperti MBG.
Dengan kajian yang masih berlangsung, pemerintah diharapkan dapat merumuskan sistem pengelolaan limbah yang efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Ya [jadi budidaya maggot secara massal untuk mengurai limbah MBG] sedang kami pelajari,” pungkasnya.
Sekadar informasi, berdasarkan studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Waste4Change (Oktober, 2025) mencatat timbulan sisa pangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan mencapai antara 187.000 hingga hampir 2 juta ton per tahun hingga 2029. Jumlah itu setara dengan sekitar 3% dari seluruh food waste nasional tahunan.





