Penulis: Fityan
TVRINews – Tokyo
Australia dan Jepang Perkuat Koordinasi Energi Pasca Penutupan Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak yang tidak proporsional terhadap kawasan Asia-Pasifik.
Pernyataan tersebut disampaikan Wong dalam kunjungan resminya ke Tokyo untuk menemui Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, Selasa 28 April 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif kedua negara dalam memperkuat koordinasi keamanan energi dan ketahanan rantai pasok global di tengah ketidakpastian geopolitik.
Krisis Selat Hormuz dan Ketahanan Pasok
Dalam keterangannya, Wong menggarisbawahi urgensi kerja sama strategis antara Canberra dan Tokyo, mengingat rantai pasok kedua negara saling terikat erat, terutama dalam sektor impor bahan bakar.
"Saya berharap dapat terus mengoordinasikan respons kita menyusul penutupan efektif Selat Hormuz dan dampak yang sangat besar terhadap wilayah kita," ujar Wong sebagaimana dikutip AFP.
Berdasarkan data sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia biasanya melintasi Selat Hormuz.
Penutupan jalur pelayaran vital ini mengancam stabilitas energi bagi negara-negara Asia yang memiliki keterbatasan sumber daya domestik.
Wong menegaskan bahwa hubungan ekonomi kedua negara menjadi kian krusial dalam menavigasi disrupsi global saat ini.
Agenda Strategis PM Sanae Takaichi
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Australia dan Vietnam pada 1 hingga 5 Mei mendatang.
Misi utama Takaichi adalah memperkuat keamanan ekonomi dan memastikan stabilitas pasokan mineral kritis serta energi.
"Kami menganggap upaya ini penting bagi pengadaan produk minyak bumi dan material penting lainnya di Jepang," kata Kihara.
Di Australia, PM Takaichi direncanakan bertemu dengan Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membahas ketahanan rantai pasok Asia di tengah gejolak Timur Tengah.
Penguatan Aliansi Keamanan Regional
Selain aspek ekonomi, kemitraan Australia-Jepang terus bertransformasi ke arah kerja sama pertahanan yang lebih dalam.
Hal ini menyusul kesepakatan awal bulan ini di mana Jepang akan memasok unit pertama dari rangkaian kapal fregat siluman untuk angkatan laut Australia.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari peningkatan kemampuan militer Canberra dalam memperkuat daya tangkal di kawasan.
Secara geopolitik, Tokyo juga terpantau terus mempererat hubungan dengan sekutu Amerika Serikat di Asia-Pasifik guna menjaga stabilitas wilayah yang kerap bersinggungan dengan klaim teritorial Tiongkok.
Visi Indo-Pasifik di Vietnam
Setelah mengunjungi Australia, PM Takaichi dijadwalkan bertolak ke Vietnam untuk menyampaikan pidato kebijakan luar negeri terkait evolusi kawasan Asia-Pasifik yang terbuka.
Kihara menekankan bahwa Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di Asia Tenggara.
Menurutnya, memperkuat ikatan dengan Australia sebagai mitra inti sesama negara yang berpikiran sejalan adalah kunci dalam mewujudkan visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Editor: Redaksi TVRINews





