JAKARTA, KOMPAS.com - Nuryati (62) hendak berangkat ke Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam, sebelum tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Anak Nuryati, Shofiyatun (32), menyebut sang ibu ingin menjenguk salah satu anaknya yang sedang sakit di Cikarang.
Meski keluarga sempat meminta agar kunjungan ditunda, Nuryati tetap ingin berangkat malam itu.
“Mau ke tempat adek, lagi enggak enak badan dia, sakit. Udah seminggu lebih enggak sembuh-sembuh, ibunya ini kepingin banget ketemu,” kata Shofiyatun saat ditemui Kompas.com di rumah duka, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Jenguk Anak Sakit Berujung Maut, Nuryati Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo-KRL
Menurutnya, saudara kembarnya sudah meminta sang ibu tidak perlu datang dan menunggu.
"Udah dibilangin, ‘Nanti aja Mak, aku aja yang ke situ’, terus kakaknya juga bilang, ‘nanti aja hari Jumat pas libur’. Tapi tetep kukuh mau jalan, akhirnya diantar sama saya,” imbuh dia.
Shofiyatun kemudian menemani sang ibu berangkat ke Cikarang bersama satu anaknya. Mereka berangkat dari Stasiun Kemayoran pukul 20.30 WIB.
Namun, dalam perjalanan, kereta yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
Shofiyatun dan anaknya selamat, sementara Nuryati meninggal dunia setelah dievakuasi dari gerbong.
"Enggak tahu juga sebenernya, karena begitu (Nuryati) jatuh udah enggak gerak-gerak lagi. Tapi kan kita enggak bisa mutusin sudah meninggal atau belum, jadi kita bawa ke RSUD," kata dia.
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Baca juga: Penyebab Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi, Luka di Kepala hingga Dada
Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang KRL tewas hingga pukul 08.45 WIB, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Senin (28/4/2026).
Para korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



