Kasus Campak Meningkat, Dinkes Kota Cimahi Ungkap Cara Pencegahan Paling Efektif

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat peningkatan penyakit campak yang cukup signifikan. Hingga pertengahan April ini, tercatat sudah ada 237 kasus suspek campak, dengan 28 orang di antaranya terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pengujian di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati mengatakan sebagian besar kasus terjadi pada kelompok anak-anak. Kasusnya tersebar di 13 kelurahan di Kota Cimahi. Meski demikian, ia memastikan seluruh pasien dilaporkan telah membaik tanpa adanya kasus kematian.

Baca Juga
  • Dokter Bagi Kiat Cegah Campak pada Bayi yang Belum Bisa Divaksin
  • Kasus Campak Meningkat, Dinkes Kota Cimahi Tekankan Pentingnya Vaksin MR
  • Kota Cirebon Diserang Campak Jerman, Status KLB Bikin Pemkkot Lakukan Ini
"Ada kenaikan memang kasusnya. Awal April itu 155 kasus suspek dan 16 positif. Sekarang sudah 237 kasus suspek dan 28 itu positif. Kebanyakan anak-anak. Tapi sekarang alhamdulillah sudah sembuh," ungkap Mulyati saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Dari kasus yang terkonfirmasi positif, terang dia, mayoritas belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (campak-rubbela). Sehingga Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau agar para orang tua membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin MR. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Mulyati menegaskan, imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak. Sebab, vaksin tersebut bisa menambah kekebalan tubuh anak. Jadwal dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia di bawah 2 tahun atau 18 bulan dan 5-7 tahun pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

"Imunisasi bisa dilakukan di rumah sakit, Puskesmas, klinik sampai bidan mandiri juga ada. Tahun 2025 cakupan IDL (imunisasi dasar lengkap) di kita sudah di atas 95 persen," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Nilai Kemanusiaan, JAR Lindungi 991 Pekerja Rentan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rano Dorong Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Hadapi Ekonomi Global
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Ratusan Anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wartawan di Bireuen Laporkan Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik lewat Media Sosial
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Diplomasi Parlemen Indonesia-Korea Selatan akan Terus Diperkuat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.