Inggris Tegaskan Setiap Pertemuan Charles dan Trump akan tanpa Kamera, Ini Alasannya

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris bersikeras setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, AS, harus diadakan tanpa ada kamera, demikian dilaporkan The Guardian. Surat kabar asal Inggris tersebut melaporkan bahwa hal itu untuk menghindari insiden serupa, seperti pada Februari 2025 ketika Trump secara terbuka menegur Volodymyr Zelensky dalam kunjungannya di Gedung Putih.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2025, Trump mengkritik Zelensky selama pertemuan mereka di Gedung Putih untuk menandatangani perjanjian tentang pengembangan bersama sumber daya mineral Ukraina.

Baca Juga
  • Ester Nurumi Pastikan Indonesia Juara Grup C Piala Uber 2026, Taklukkan China Taipei di Laga Akhir
  • Program Prioritas Nasional Dinilai Sulit Dicapai tanpa Sinergi Pusat dan Daerah
  • Rieke Diah Pitaloka Desak Audit dan Pembekuan Izin Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Wakil Presiden AS J.D. Vance juga menggambarkan Zelensky sebagai "juru kampanye Partai Demokrat yang tidak tahu berterima kasih", ketika pemimpin Ukraina itu mencoba membenarkan tindakannya, menyalahkan Rusia, dan memperingatkan bahwa AS akan merasakan konsekuensi konflik tersebut meskipun terpisah secara geografis.

Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sumber-sumber yang terlibat dalam kunjungan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa raja Inggris akan tampil di depan kamera pada awal pertemuan bilateral utamanya dengan Trump, Selasa, tetapi diskusi tentang isu-isu substantif tidak akan direkam.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI Lumpuhkan Tokoh OPM Jeki Murib, Dalang Kekerasan di Puncak dan Mimika
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi selidiki dugaan penganiayaan balita di "daycare" Banda Aceh
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
5 Jam Nunggu Kereta, Penumpang dari Pasar Senen Nyerah Akhirnya Refund Tiket
• 4 jam laludisway.id
thumb
Stasiun Bekasi Timur Ditutup hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Perjalanan 25 KA Terganggu
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
BRIN Kembangkan BRINlock, Teknologi Pemecah Ombak Ramah Lingkungan untuk Infrastruktur Pantai
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.