Teknologi Milik BRIN Siap Amankan Jalur Kereta

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengkaji teknologi bantalan rel berbasis karet komposit untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi umum kereta api.

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik atau KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026 pukul 21.00 WIB.

Baca Juga :
Jembatan Kereta Nantinya bisa 'Curhat' ke Petugas kalau Mau Rusak
Airlangga Pastikan Dana Rp 4 Triliun Buat Perbaikan 1.800 Lintasan KA dari APBN

"Kami telah berkontribusi dalam desain dan riset sistem kereta api, termasuk pada kereta LRT dan kereta di jalur Makassar–Parepare, Sulawesi Selatan. Selain itu, riset juga dilakukan pada material seperti bantalan rel berbasis karet komposit untuk meningkatkan keselamatan dan umur pakai infrastruktur kereta api," katanya di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Amarulla menambahkan, BRIN juga mengembangkan sistem keamanan lintasan kereta api, termasuk bagaimana sistem proteksi dapat terintegrasi secara otomatis dengan masinis.

Selain itu, BRIN juga mengkaji dampak medan magnet dari lokomotif terhadap kendaraan di sekitar lintasan. Medan magnet yang besar berasal dari sistem kelistrikan lokomotif, sehingga perlu dikaji metode netralisasi agar tidak mengganggu kendaraan lain.

"Kemudian, tidak hanya terkait teknologi atau sistem perkeretaapian, tetapi apakah betul mobil listrik misalnya, terpengaruh oleh medan magnet yang besar di kereta api, itu juga merupakan salah satu kajian dari BRIN karena pengaruh medan magnet yang besar ketika kereta api itu akan lewat," ucap Amarulla.

Ia menyebutkan pentingnya riset mengenai netralisasi medan magnet yang ada di sekitar lintasan rel kereta api agar tidak mempengaruhi kendaraan yang lewat di sekitarnya.

"Jadi, medan magnet yang besar itu dihasilkan oleh kereta api yang mau lewat. Karena sumber di lokomotif itu besar sekali listriknya, magnetnya itu terhantar sampai ke kereta api di depannya, ini mungkin perlu kita kaji atau riset bagaimana untuk netralisasi medan magnet di sekitaran lintasan kereta api itu supaya tidak mengganggu lalu lintas mobil yang akan lewat," tuturnya.

Berdasarkan data terbaru, kecelakaan kereta listrik dan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Semuanya telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta.

Baca Juga :
Kemenhub Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan di Bekasi Timur, Begini Hasilnya
Teknologi Cloud, AI, dan Cybersecurity Jadi Tiga Pilar Transformasi Bisnis Masa Kini
Sejarah Gerbong Khusus Wanita di KRL, Hadir Sejak 2010 dan Pernah Jadi Korban Tragedi Bintaro 2

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaminan Perlindungan untuk Santri Korban Syekh Al Misry
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Sulut Sampaikan Aspirasi Strategis ke Komisi VII DPR RI
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Kolaborasi Polisi dan TNI Respons Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dibakar
• 13 jam laludetik.com
thumb
Arahan Gus Ipul ke Ribuan Pendamping PKH: Kerja Berdampak Nyata
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Sawit Menjadi Bensin, Indonesia Menguji Masa Depan Energinya
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.