Kolaborasi Polisi dan TNI Respons Laporan Warga soal PETI, 12 Rakit Dibakar

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Kuantan Singingi -

Polres Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Melalui kolaborasi Polri dan TNI, aktivitas PETI di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir ditindak dalam hitungan jam.

Informasi mengenai aktivitas ilegal ini mencuat saat pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Timbul Sakato Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Selasa (28/4/2026). Hadir dalam rapat tersebut, Kapolsek Singingi Hilir Iptu Alferdo Krisnata Kaban dan Danramil 09 Singingi Kapten Inf Ardi Yasman.

"Mendengar adanya laporan dari anggota koperasi bahwa areal perkebunan kelapa sawit mereka dijadikan lokasi penambangan emas ilegal, personel dari Polsek Singingi Hilir dan Koramil 09 Singingi langsung mengambil langkah taktis dengan melakukan pengecekan ke lokasi," jelas AKBP Kuansing AKBP Hidayat Perdana dalam keterangannya.

Tanpa menunda waktu, sekitar pukul 13.00 WIB, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Setibanya di areal kebun sawit Koperasi Timbul Sakato, petugas menemukan 12 unit rakit PETI yang terparkir di lokasi.

Baca juga: Respons Cepat Laporan Warga soal PETI, Polres Kampar Musnahkan 6 Rakit

"Saat itu kondisi rakit sedang tidak beroperasi dan tidak ditemukan adanya pekerja di tempat kejadian perkara (TKP)," ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan agar peralatan tersebut tidak digunakan kembali, petugas mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemusnahan di tempat. Sebanyak 12 unit rakit tersebut dibakar oleh petugas di lokasi temuan.

AKBP Hidayat menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polda Riau yang sejalan dengan program Green Policing dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan di wilayah hukum Kuantan Singingi.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang berani melapor. Sinergi antara TNI, Polri, dan pengurus koperasi dalam RAT ini menunjukkan bahwa pengawasan partisipatif sangat efektif untuk memberantas praktik ilegal yang merusak lingkungan," jelasnya.

Meski belum ada pelaku yang diamankan dalam operasi kali ini, pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pemantauan rutin guna memastikan aktivitas PETI tidak kembali muncul di kawasan tersebut.

Baca juga: Hadapi Ancaman El Nino, Polda Riau dan Forkopimda Perkuat Mitigasi Karhutla




(mea/rfs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Berjuang di Sanya, Pelatih Timnas Basket 3x3 Putri Apresiasi Dukungan Masyarakat Indonesia
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
YLKI Desak Evaluasi Total Sistem Perlintasan Kereta Api dan Penutupan Jalur Ilegal
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dedi Mulyadi: Flyover Tak Bisa Ditunda Lagi
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Setujukah? Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 10 jam laludisway.id
thumb
Pernyataan Perusahaan Taksi Green SM terkait Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.