BPOM Dorong Kemandirian Industri Farmasi Nasional untuk Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong penguatan industri farmasi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang masih mendominasi hingga 70–80 persen.

Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Utama

Sekitar 80 persen kebutuhan obat nasional saat ini telah dipenuhi oleh produsen dalam negeri meski bahan bakunya masih didominasi impor.

Ketergantungan terhadap bahan baku impor dinilai menjadi tantangan utama dalam penguatan sektor kimia dan farmasi nasional.

William Adi Teja mengungkapkan, "Produk obat jadi dalam negeri memang didominasi lokal, namun bahan baku masih bergantung impor hingga 70–80 persen, ini yang harus kita dorong kemandiriannya."

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah industri garam farmasi yang menjadi bahan utama dalam produksi cairan infus.

Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan industri garam farmasi dengan tiga di antaranya berlokasi di Jawa Timur.

Kapasitas produksi garam farmasi nasional mencapai sekitar 4.000 ton per tahun dengan kebutuhan nasional berkisar antara 1.500 hingga 1.700 ton per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan peluang besar untuk melakukan substitusi impor bahan baku farmasi.

Ekspansi Produksi Perkuat Ketahanan Farmasi

Penguatan industri farmasi juga didukung oleh ekspansi produksi PT Satoria Aneka Industri melalui unit usahanya, Satoria Pharma.

William menyampaikan, "Dengan peningkatan kapasitas produksi dan penambahan lini baru, kami berharap industri farmasi nasional semakin mandiri."

CEO Satoria Pharma, Alim Satria, menyebutkan bahwa pabrik Line 4 mampu memproduksi hingga 230 juta botol infus per tahun.

Perusahaan juga merencanakan pembangunan Line 5 yang ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi hingga 400 juta botol infus per tahun pada 2028.

Langkah ekspansi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan produk farmasi yang aman, bermutu, dan berkhasiat bagi masyarakat.

Penguatan industri farmasi nasional diharapkan dapat mempercepat kemandirian sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku obat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrakan Maut KRL & KA Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Berawal dari Taksi Online Listrik
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
7 Orang Berulang Tahun di Hari Kejadian Kecelakaan Kereta, Ini Daftar 50 Korban di RSUD Bekasi
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Jenguk Anak Sakit Berujung Maut, Nuryati Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo-KRL
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Gerak Cepat! Dedi Mulyadi Siapkan Santunan Rp 50 Juta hingga Biayai Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 13 jam lalugrid.id
thumb
KAI Sampaikan Permohonan Maaf dan Fokus Evakuasi Penumpang yang Mengalami Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
• 19 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.