Ribut-ribut Ukraina dan Israel Gegara Pengiriman Gandum, Ada Apa?

detik.com
19 jam lalu
Cover Berita
Kyiv -

Ukraina dan Israel terlibat dalam perselisihan diplomatik. Ribut-ribut kedua negara berawal dari tuduhan bahwa Israel telah menerima pengiriman gandum yang menurut Kyiv 'dicuri' Rusia dari sebagian wilayah Ukraina yang diduduki.

Dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), sebagai salah satu produsen gandum terbesar di dunia, Ukraina telah berulang kali menuduh Rusia mengekspor produk pertanian secara ilegal dari wilayah yang telah direbut Moskow sejak invasi pada Februari 2022.

"Kapal lain yang membawa gandum tersebut telah tiba di pelabuhan di Israel dan sedang bersiap untuk membongkar muatannya," tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pernyataan di media sosial.

"Pihak berwenang Israel tidak mungkin tidak mengetahui kapal mana yang tiba di pelabuhan negara tersebut dan muatan apa yang mereka bawa," tambahnya.

Baca juga: Beda! Kapal Pesiar Miliarder Rusia Lintasi Selat Hormuz Tanpa Gangguan

Israel mengatakan bahwa Kyiv belum memberikan bukti untuk mendukung klaimnya dan menolak bahwa kapal tersebut telah tiba di pelabuhan Haifa.

"Pemerintah Ukraina belum mengajukan permintaan bantuan hukum... dan pemerintah Ukraina juga belum memberikan bukti untuk klaimnya," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dalam konferensi pers sebagai tanggapan atas sebuah pertanyaan.

"Kapal tersebut belum memasuki pelabuhan dan belum menyerahkan dokumennya," sambungnya.

"Tidak mungkin untuk memverifikasi kebenaran klaim Ukraina mengenai pemalsuan surat muatan," tambah Saar, merujuk pada dokumen yang menunjukkan detail produk yang diangkut.

Menyerang Ukraina karena melakukan apa yang disebutnya "diplomasi Twitter", Saar mengatakan kepada Ukraina: "Jika Anda memiliki bukti pencurian, serahkan melalui saluran yang sesuai."

Baca juga: Amnesty International Gambarkan Situasi Global Makin Suram

Ukraina menuduh Rusia mencuri lebih dari dua juta ton gandum dari wilayah pendudukan pada tahun 2025. Ukraina menyebut telah melacak pengiriman ke Afrika, Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Kyiv memanggil Duta Desar Israel untuk memprotes dugaan pengiriman tersebut. Rusia mengklaim telah mencaplok sebagian besar wilayah selatan dan timur Ukraina, termasuk pelabuhan ekspor utama di Laut Hitam.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa perselisihan antara Israel dan Ukraina adalah masalah yang harus diselesaikan oleh kedua negara dan tidak membahas substansi tuduhan tersebut.

"Kami lebih memilih untuk tidak berkomentar atau terlibat dalam masalah ini," katanya kepada para jurnalis.




(fas/rfs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pigai: Penentuan Status Aktivis HAM Akan Dilakukan Tim Asesor
• 45 menit lalukompas.com
thumb
Altos Anak Usaha Acer Integrasikan Ekosistem Infrastruktur AI dan Private Cloud
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Sopir Taksi Green SM Penyebab Kecelakaan Ditangkap, Polisi: Kita Tidak Bisa Katakan Menerobos!
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Pengawasan Ekspor Batu Bara Diminta Diperketat demi Optimalisasi PNBP
• 45 menit lalubisnis.com
thumb
Kemenperin: Elektrifikasi di Sektor Pertambangan Butuh Skema Khusus
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.