Beauty, kini fenomena mahasiswa aktif semakin terlihat di kalangan generasi muda lho! Ada sebanyak 176 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia mendaftar program pengembangan diri yang diinisiasi ParagonCorp, menandakan pergeseran gaya hidup mahasiswa yang kini tak lagi sekadar fokus kuliah, tetapi juga membangun personal branding dan pengalaman nyata.
Program Novo Club Batch 4 resmi dimulai pada 25 April 2026 dan dirancang sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Tingginya angka pendaftar ini mencerminkan kebutuhan baru di kalangan mahasiswa, yakni kemampuan untuk tampil relevan dan kompetitif sejak dini. Personal branding menjadi salah satu fokus utama, seiring tuntutan dunia profesional yang semakin dinamis.
Salah satu peserta, Daffa Ramadhani Putri Kurniawan atau Hani, mengaku bergabung dengan tujuan mengembangkan kemampuan digital sekaligus membangun identitas diri.
“Ketika itu, saya ingin belajar skill digital untuk membangun personal branding dan mengembangkan komunitas belajar yang sudah saya rintis sendiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Melalui Novo Club Digital Class, ia mempelajari berbagai keterampilan seperti content strategy, social media, hingga performance marketing. Ia menekankan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan berbeda dari pelatihan pada umumnya.
“Yang membedakan pengalaman ini dari pelatihan pada umumnya adalah penerapannya yang langsung. Ilmu yang diterima dipraktikkan melalui project nyata, bukan sekadar tugas di atas kertas,” tambah Daffa.
Perjalanan Hani menunjukkan perubahan peran mahasiswa yang semakin aktif. Ia memulai sebagai member, kemudian menjadi volunteer, hingga dipercaya sebagai Head of Novo Club Batch 3. Perkembangan ini mencerminkan bagaimana mahasiswa kini membangun portofolio sejak di bangku kuliah.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Annisa Nur Apriati. Ia menilai pembelajaran berbasis praktik melengkapi teori yang didapatkan di kampus.
“Selama satu bulan, saya menjalani program intensif yang mencakup topik Finance hingga Project Management. Langsung dipraktikkan bersama mentor ahli melalui real project. Sebagai bagian dari tim project management Batch 3, saya belajar bahwa memimpin sebuah inisiatif berarti beradaptasi dengan dinamika tim yang terus berubah,” ujar Sasa.
Menurutnya, pengalaman tersebut menuntut kemampuan menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai rencana.
“Yang dibangun bukan sekadar event satu hari, melainkan growth dan connection yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Faisal Syahrul Sa'bani mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam proses profesional, termasuk pencarian talenta bersama tim HR.
“Saya jadi terlibat langsung dalam proses pencarian talent bersama tim HRBP Paragon,” cerita Faisal.
Ia menyebut keterlibatan tersebut memberinya pemahaman konkret terkait pengelolaan tim dan komunikasi kerja.
“Skill paling bermanfaat yang aku pelajari di Novo Club adalah kemampuan meng-handle tim, bekerja sama sambil mengelola dan memonitor project, serta membangun hubungan dengan stakeholder. Pengalaman ini membuat aku jadi lebih hands-on selama kurang lebih satu tahun,” ujarnya.
Pembukaan program ini digelar secara hybrid dengan 1.000 mahasiswa hadir langsung di Taman Ismail Marzuki serta peserta lain mengikuti secara daring dari berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari ekosistem pengembangan mahasiswa yang mendorong generasi muda untuk tidak hanya memiliki ide, tetapi juga berani mengeksekusinya sejak dini.





